Alasan penolakan pemberian rumah secara cuma-cuma untuk Orang Rimba di daerah itu, karena suku terasing yang masih hidup cukup memprihatinkan dan terbelakang, karena mereka menginginkan hutan tempat mereka mencari makan sejak ratusan tahun turun-temurun dan sebagai tempat tinggal mereka tidak dirusak dan perlu pembangunan jalan untuk membuka keterisoliran.
Akhirnya Meneg PDT yang didampingi Wakil Gubernur Jambi, Antoni Zeidra Abidin menyerahkan bantuan 50 unit rumah sederhana tersebut kepada 60 kepala keluarga (kk) Sukur Kubu atau Suku Anak Dalam yang telah mualaf atau memeluk agama Islam.
Meneg Syaifullah Yusuf juga memahami penolakan pemberian rumah untuk tempat tinggal Orang Rimba tersebut, karena mereka masih banyak yang hidup mengembara di hutan yang sudah hancur akibat penebangan liar, seperti di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD).
Hutan bukan hanya sebagai tempat tinggal Orang Rimba, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia dan banyak bencana yang terjadi akibat hutan sudah rusak dan kerusakan hutan di Indonesia telai mencapai 2,5 juta hektare, tegas Syaifullah Yusuf. (*/rsd)