< >

11.314 KK Korban Banjir Tamiang Bertahan di Tenda Darurat

Selasa, 16 Januari 2007 14:15
Kapanlagi.com - Sebanyak 11.314 KK (49.727 jiwa) korban banjir bandang di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hingga saat ini masih bertahan ditenda-tenda darurat.

"Mereka yang masih bertahan di tenda darurat karena rumahnya mengalami rusak berat dan hanyut saat banjir bandang menerjang mereka 23 Desember 2006," kata Kepala Bagian Sosial Pemkab Aceh Tamiang Basyaruddin di Banda Aceh, Selasa.

Selama berada ditenda, kebutuhan pokok untuk mereka tetap disalurkan pemerintah, termasuk air bersih dan pelayanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma.

Basyaruddin belum bisa memastikan sampai kapan para korban banjir di Tamiang akan tetap bertahan ditenda darurat, namun sejauh ini pemkab Aceh Tamiang tetap memperhatikan nasib mereka yang bertahan ditenda-tenda darurat.

Para korban yang selamat dari bencana banjir bandang itu kini ditampung ditenda-tenda darurat yang tersebar di 179 titik dalam wilayah Aceh Tamiang, namun jumlah pengungsi terbesar berada dalam wilayah Kecamatan Kota Kuala Simpang.

Aceh Tamiang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Timung yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan ibukotanya Kuala Simpang berada panta lintas timur Aceh sekitar 470 KM dari kota Banda Aceh.

Ketika ditanya jumlah kerugian yang diderita Pemkab Aceh Tamiang akibat banjir bandang lalu, Basyaruddin belum bisa memastikan karena tim khusus masih dalam tahap mengumpulkan data-data berbagai sarana yang hancur.

Hasil pendataan sementara, berupa rumah penduduk yang rusak 8.747, rusak ringan 14.950 serta rumah hanyut seluruhnya 2.303, sedangkan sarana pendidikan berupa sekolah dasar (SD/MI) 108, SMP/MTs 35 dan SMA/MA 21 unit.

Sarana umum lainnya yang rusak meliputi rumah ibadah (masjid dan menasah) 60 unit, jalan provinsi/kabupaten sepanjang 1.348 KM serta korban meninggal dunia menjadi 28 orang, delapan orang diantaranya meninggal ditenda pengungsian.

Sebagian masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang selama ini setiap harinya kembali ke desanya masing-masing membersihkan rumah dari kotoran lumpur dan sampah, sedangkan pada malam hari mereka tetap tidur ditenda darurat. (*/rsd)