"Kami belum bisa menyebutkan total kerugian akibat banjir bandang lalu karena tim yang ditugsankan untuk menghimpun data kerusakan sarana umum dan milik masyarakat masih dalam tahap pendataan," kata Kepala Bagian Sosial Pemkab Aceh Tamiang Basyaruddin di Banda Aceh, Selasa.
Bencana alam banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, selain memporak prandakan ribuan rumah penduduk, sarana sosial, rumah ibadah juga ratusan ternak rakyat hilang dengan jumlah korban jiwa manusia tercatat 28 orang.
Hasil pendataan sementara, kata Basyaruddin, rumah penduduk yang hanyur sebanyak 2.303, rusak berat 8.747 dan rusak ringan tercatat 14.950 unit, 60 unit rumah ibadah (masjid/menasah) serta 164 sekolah.
Banjir bandang terparah melanda wilayah Karangbaru dan tenggulun dengan korban jiwa manusia masing-masing tujuh dan lima orang, sedangkan lima kecamatan lainnya korban meninggal satu dan dua orang.
"Yang jelas, tujuh kecamatan di Aceh Tamiang menerima banjir bandang cukup parah pada penghujung tahun 2006," katanya.
Secara terinci disebutkan, daerah yang terkena dampak cukup parah akibat banjir lalu adalah Karangbaru, Kota Kuala Simpang, Kejuruanmuda, Manyak Payed, Bendahara, Sekarak dan wilayah Tenggulung.
Dikatakannya, badan jalan provinsi dan kabupaten yang mengalami kerusakan seluruhnya mencapai 49 kilometer, sedangkan jembatan panjangnya mencapai 1.348 meter serta lima rakit penyeberangan rakyat hilang tanpa bekas.
Bangunan sekolah yang rusak berat seluruhnya 164 unit terdiri atas SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA, 6.003 kambing, 124.448 unggas, 1.466 sapi serta sedikitnya 1.940 hektare lahan palawija mengalami rusak total.
"Itu belum termasuk lahan pertanian (padi) milik masyarakat yang rusak mencapai 15.749 hektare," demikian Basyaruddin. (*/rsd)