"Proses evaluasi tender masih berjalan, jadi tunggu saja hasilnya," kata Direktur Utama PLN Eddie Widiono di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pihaknya tidak mempunyai alasan tidak melanjutkan proses tender.
Hal senada dikemukakan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim.
Menurut dia, para peserta telah menyatakan akan memenuhi kelengkapan persyaratan jaminan pendanaan.
"Kami masih memberikan kesempatan. Sebab, indikasinya ada, mereka sendiri sudah nyatakan bisa. Jadi, kami tunggu dulu, sementara ini proses lelang jalan terus," katanya.
Namun, lanjutnya, kalau memang pengembangnya menyatakan tidak sanggup maka PLN akan melakukan tender ulang.
Ali mengakui, tanpa adanya jaminan pendanaan, lelang tidak bisa dilanjutkan hingga ke tahap penetapan pemenang.
Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla telah meminta PLN menender ulang tiga PLTU yakni PLTU Labuan 2x300 MW, Indramayu 3x300 MW, dan Tanjung Awar-Awar 2x300 MW.
Sebab, hingga saat ini, para peserta tender yang semuanya berasal dari China itu belum juga mampu memperoleh jaminan pendanaan.
Ketua Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit 10.000 MW Yogo Pratomo mengatakan, Kamar Dagang Industri (Kadin) China menolak memberikan sertifikasi kepada mereka untuk memperoleh pendanaan di bank-bank China.
Dalam lelang ketiga PLTU yang sampai tahap pemasukan dokumen penawaran harga tersebut masing-masing hanya tersisa satu peserta.
Konsorsium China National Machinery Industry Corp (Sinomach)-CNEEC-PT Penta Adi Samudera mengajukan harga PLTU Tanjung Awar-awar dan PLTU Indramayu.
Sedangkan, konsorsium Chengda Engineering Corp-Truba Jurong Engineering menawar proyek PLTU Labuan. (*/rsd)