"Saya didatangi mengaku agen siap bantu mengurus asuransi, setelah dilaporkan ke Polisi, orang tampil rapi itu lari meninggalkan sejumlah berkasnya," kata Lois Sugihartono, salah satu ahli waris korban Adam Air, Selasa (16/1) di Manado.
Pernyataan sama disampaikan ahli waris korban kecelakaan pesawat Boeing 737-400 Adam Air, pernah didatangi oknum mengaku sanggup mengurus santunan, dengan terlebih dahulu meminta data-data.
"Banyak orang datang tawarkan diri membantu pengurusan santunan, terutama setelah Tim Sar mulai temukan serpihan pesawat Adam Air itu," kata Jan Lengkong, keluarga korban lainnya.
Director of Sales PT Adam SkyConnection Airlines, Gugi Pringwa Saputra, mengatakan, banyaknya bermunculan calon pengurus santunan itu harus diwaspadai oleh ahli waris sebab modusnya penipuan.
"Keluarga korban agar menjaga jangan sampai data-data penting mengenai korban jatuh ke tangan pihak-pihak tidak bertanggungjawab, maka Adam Air telah menunjukkan publik relation (PR) akan membantu baik di Manado, Makassar ataupun Surabaya dalam pengurusan santunan," kata Gugi.
Gugi mengatakan, Adam Air telah meminta keluarga mempersiapkan berbagai data penting dalam rangka pemberian santunan kepada ahli waris korban Adam Air.
Saat ini masih memintakan data, sedangkan kepastian pengurusan santunan menunggu keputusan akhir dari Basarnas dan KNKT, sebab hingga saat ini keberadaan korban masih belum jelas.
Terpenting, selain santunan berupa asuransi Jasa Raharja, manajemen Adam Air menyediakan pula santunan kepada ahli waris, hanya berapa besarnya belum dapat disebutkan karena masih menunggu kejelasan proses pencarian pesawat rute Surabaya-Manado tersebut, ujarnya. (*/bun)