< >

PERHI Menyusun Konsensus Penanganan Pasien Hipertensi

Selasa, 16 Januari 2007 22:19
Kapanlagi.com - Kelompok dokter ahli yang tergabung dalam perhimpunan dokter dengan peminatan hipertensi (Perhimpunan Hipertensi Indonesia/PERHI) membuat konsensus yang berisi pedoman penanganan pasien hipertensi.

"Pedoman ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia, isinya tentang bagaimana sebaiknya cara menangani dan mengobati pasien hipertensi pada kondisi tertentu," kata Ketua PERHI dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP (K) di Jakarta, Selasa (16/1).

Ia menjelaskan, konsensus itu dibuat untuk membantu dokter umum yang bertugas di layanan kesehatan primer serta dokter yang biasa menangani kasus hipertensi pada umumnya.

Sebab, ia melanjutkan, selama ini anggota profesi kedokteran Indonesia belum memiliki panduan penanganan hipertensi yang disusun berdasarkan kondisi spesifik dan karakter penyakit hipertensi yang ada di Tanah Air.

"Ada berbagai jenis panduan yang selama ini digunakan oleh dokter yang menangani hipertensi, tapi semuanya berasal dari luar negeri. Konsensus ini adalah kesepakatan profesi medis tentang penanganan hipertensi yang pertama di Indonesia," ujarnya.

Berkenaan dengan hal itu, Ketua Tim Penyusun Konsensus Penanggulangan Hipertensi 2007 Prof.Dr. Jose Roesma PhD, SpPD-KGH, menjelaskan keberadaan konsensus penanganan hipertensi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan diagnosis, perawatan dan pengobatan hipertensi yang tepat.

Dengan penatalaksanaan kasus yang tepat, kata Jose, tingkat fatalitas gangguan kesehatan yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi termasuk jantung koroner, infark (penyumbatan pembuluh darah) jantung, stroke dan gagal ginjal itu bisa diminimalkan.

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa angka kejadian atau prevalensi hipertensi cenderung meningkat seiring berjalannya waktu dan perubahan gaya hidup.

Data Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sekitar 8,3 persen dan Survei Faktor Resiko Penyakit Kardiovaskular WHO tahun 2000 menunjukkan hipertensi dialami oleh 15 persen hingga 20 persen penduduk usia lebih dari 50 tahun.

"Tapi sayangnya data akurat tentang prevalensi hipertensi saat ini belum ada," kata Jose serta menambahkan hal itu terjadi karena jumlah penderita hipertensi yang mengetahui penyakitnya, melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan masih sangat minim.

Namun yang jelas saat ini penyakit yang dipicu kebiasaan merokok, obesitas, menurunnya aktifitas fisik dan stres psikososial tersebut telah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan akan memicu timbulnya masalah kesehatan yang lebih besar bila tidak ditanggulangi sejak dini.

Upaya pencegahan dan penanggulangan hipertensi pun, kata Jose, sebenarnya tidak sulit dilakukan. Hipertensi, kata dia, memang disebabkan oleh faktor esensial yang bersifat menurun namun kondisi itu bisa diatasi dengan berperilaku hidup sehat.

"Sebab bakat itu tidak akan berkembang bila lingkungan tidak mendukung, artinya selama kita bergaya hidup sehat dan menghindari stress penyakit itu bisa dicegah," demikian Jose. (*/bun)