< >

Reli Dakar Sumbang Anak-Anak Miskin di Afrika

Selasa, 16 Januari 2007 20:33
Kapanlagi.com - Vatikan boleh saja mengecam Reli Dakar yang dianggap mereka: berdarah, tidak bertanggung jawab dan ganas. Namun sekelompok remaja lapar serta grup wanita 'Ibu Theresia Atar', gembira dengan adanya reli itu.

Mungkin karena adanya serangan Vatikan itu, sponsor reli menyumbangkan 3.000 euro kepada kelompok anak-anak kekurangan gizi yang terdapat di pedalaman Afrika, yang berkembang di perbatasan rute antara Sahara dan Maghreb, negara di kawasan utara Afrika.

Seorang wanita yang bertanggungjawab di pusat rehabilitasi itu, Genegieve Courbois berusia 64 tahun, mengatakan ia melihat tanda adanya harapan bagi anak-anak Afrika dengan adanya sumbangan dari panitia reli itu.

Di kawasan gersang Afrika itu, uang sebanyak delapan euro per bulan dapat memenuhi kebutuhan pangan per orang yang kelaparan itu.

"Saya menyaksikan keindahan di sini, di kawasan ini, bukan kesengsaraan," kata Courbois, yang dipadankan dengan Ibu Teheresa untuk pekerjaannya itu, padahal sebelumnya ia berprofesi sebagai pandu perjalanan (guide) sebelum beralih mengemban tugas kemanusiaan itu.

"Pada awalnya, tujuh tahun berada di camp, seorang wanita meninggal dan familinya ingin menyerahkan bayi perempuan itu kepada saya. Saya menolaknya tetapi setiap saat saya terbayang sedang menggendong bayi itu, sehingga saya putuskan untuk memerangi kemiskikan kurang pangan atau kurang gizi," katanya.

"Kemiskinan menjadi semacam mode," katanya mengomentari keberadaan sekitar 30 ibu dan 50 bayi yang ada di dekatnya.

Proyek yang dibangunnya itu berawal pada 1999 dan satu pusat rehabilitasi menjadi delapan di kawasan Atar.

"Pada 2000, pusat rehabilitasi pertama dibangun di kawasan termiskin dan di tempat itu diasuh sebanyk 30 anak-anak," katanya.

"Sekarang kami memiliki delapan tempat yang dihuni 400 anak-anak. Pusat pelayanan itu untuk para ibu Mauritania yang tidak diakui keluarganya atau bercerai dengan suaminya," tambahnya.

"Pagi hari, mereka datang bersama anak-anak mereka untuk memandikan mereka dan mendapatkan makanan (dari UNICEF) dan petang hari mereka datang untuk ngomong-ngomong dan bersantai," katanya.

"Setiap pusat layanan membutuhkan 400 ero per bulan dan setiap anak sekitar delapan ero," tambahnya.

Wanita itu merasa yakin pada wanita itu amat membutuhkan bantuan seperti yang sudah dilakukan sponsor reli padang pasir itu.

"Mereka kini sendiri dan tidak lagi tergantung kepada suami mereka yang sudah memberikan anak kepada mereka tetapi tidak ikut membesarkan anak-anak itu," kata Genegieve. (*/bun)