< >

20.000 Ton Beras Impor Tiba di Lampung

Selasa, 16 Januari 2007 22:30
Kapanlagi.com - Sebanyak 20.000 ton beras dari sekitar 500.000 ton yang diimpor pemerintah pusat melalui Bulog akan sandar di Pelabuhan Panjang-Bandarlampung untuk persiapan cadangan beras di Lampung dan Sumbagsel.

Asisten II Bidang Ekubang Setdaprov Lampung Djunaidi Djaya usai rapat koordinasi perberasan di Bulog Divre Lampung di Bandarlampung, Selasa (16/1), menyebutkan beras impor yang masuk ke Lampung itu bukan diimpor oleh daerah Lampung.

"Pemerintah pusat yang mengimpor beras itu sesuai keputusan Menteri Perdagangan kepada Bulog yang merealisasikannya," kata Djunaidi pula.

Beras itu diimpor dari Vietnam yang dijadualkan akan datang dan sandar di Pelabuhan Panjang-Bandarlampung pada 30 Maret 2007 nanti.

Menurut Djunaidi, sebenarnya impor beras tersebut bukan pertamakalinya dilakukan saat ini tapi telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Perbedaannya, impor beras tahun 2007 ini kapal pengangkutnya sandar di Pelabuhan Panjang sedangkan tahun 2006 lalu, kapal pengangkut berasnya sandar di Pelabuhan Banten.

Namun sebanyak 20.000 ton beras akan sandar di Lampung, bukan seluruhnya akan didistribusikan kepada masyarakat Lampung melainkan juga untuk cadangan beras masyarakat di wilayah Sumbagsel (Sumsel, Jambi, Bengkulu).

Daerah Lampung dipilih sebagai tempat sandar beras impor bagi kebutuhan di Sumbagsel karena dinilai memiliki pelabuhan yang memenuhi syarat bagi sandar kapal bermuatan besar.

Djunaidi menegaskan, saat ini persediaan beras di gudang Bulog di Lampung mencapai 30.000 ton lebih, diperkirakan dapat memenuhi persediaan selama empat bulan.

"Idealnya stok beras pemerintah itu bisa untuk enam bulan, sehingga pemerintah pusat mendistribusikan pula beras impor ke Lampung," ujar Djunaidi lagi.

Padahal daerah Lampung selama ini dikenal pula sebagai penghasil beras yang mendukung stok beras nasional.

"Lampung memang surplus beras, tapi untuk memenuhi cadangan beras yang diperlukan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga tetap mendapatkan beras impor," kata Djunaidi lagi.

Cadangan beras itu akan digunakan untuk memenuhi stok beras pemerintah dan persediaan beras untuk masyarakat miskin (raskin).

Namun jatah Raskin, lanjut Djunaidi, baru akan disalurkan setelah panen selesai pada saat petani tidak lagi memiliki beras dalam jumlah besar. (*/boo)