< >

Kapal Survey Kelautan AS Tak Tangkap Sinyal UBL Adam Air

Rabu, 17 Januari 2007 06:16
Kapanlagi.com - Peralatan canggih milik kapal survey kelautan (oceanologi) Amerika Serikat, US Naval Ship Mary Sears, kurang mampu menangkap signal yang dipancarkan Underwater Beacon Locator (ULB) pesawat Adam Air yang melekat pada kotak hitam pesawat, yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan Mamaju dan Majene, Sulawesi Barat.

Komandan Lanud Hasanuddin Makassar, Marma Eddy Suyanto di Makassar, Selasa (16/1) petang mengatakan, dalam pertemuan dengan 33 personil kapal Angkatan Laut AS itu terungkap bahwa kapal tersebut diperlengkapi dengan sejumlah alat yang memiliki fungsi berbeda-beda, namun perlengkapan yang mereka gunakan itu belum mampu menangkap sinyal UBL pesawat Adam Air.

Perlengkapan kapal AS tersebut diantaranya Ocean Data Equipment Operator (ODEQ), yang memiliki beberapa fungsi seperti menangkap gambar berdasarkan pantulan suara dan sinyal ULB pesawat dengan kedalaman 800 meter (AM 1102).

Selain itu, Odeq yang berfungsi menangkap pantulan suara yang berasal dari ULB dengan frekuensi 33 megahertz dan dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.

Sementara perlengkapan lain adalah alat yang berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan arus serta kecepatan suara dan tekanan air di dasar laut.

"Semua perlengkapan canggih yang dimiliki kapal Amerika

Serikat tersebut belum bisa menangkap ULB pesawat Adam Air yang memiliki frekuensi 37,5 mega hertz dan berada di kedalaman 1.700 meter," ujarnya.

Karena itu, kapal tersebut telah memesan alat baru dari AS yang disebut Towed Pinger Locator (TPL), yang diyakini bisa mendeteksi sinyal logam yang ditangkap sonar KRI Fatahillah di Perairan Mamuju pada koordinat 02.35.18 LS dan 118.48.36 BT, koordinat 02.36.12 LS dan 118.46.42 BT serta pada koordinat 02.31.30 LS dan 118.33.40 BT di wilayah Mamuju serta mendeteksi lempengan logam yang ditangkap sonar KRI Nala pada koordinat 03.40.24,5 LS dan 113.10.58,2 BT di wilayah Majene.

Cara kerja TPL adalah dengan menenggelamkan meneburkan kabel penangkap suara dan sinyal yang telah dilengkapi dengan kamera. Alat tersebut mampu bekerja dengan kedalaman 2.200 meter dimana untuk memasang alat tersebut dibutuhkan waktu selama sehari lebih.

Alat ini diharapkan tiba di Makassar hari Rabu (17/1) pagi, untuk kemudian dibawa USNS Mary Sears yang kini sandar di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sejak Selasa (16/1) pagi. (*/bun)