< >

KR Pulo Rupat Temukan Titik Lempengan Baru

Rabu, 17 Januari 2007 08:17
Kapanlagi.com - KR Pulo Rupat menemukan titik lempengan baru pada titik koordinat 03.51.00 Lintang Selatan dan 118.44.00 di sekitar Perairan Majene, Sulawesi Barat.

Komandan Lantamal VI Makassar, Laksaman Pertama Gatot Sudijanto dalam jumpa persnya di Pangkalan TNI Udara Hasanuddin Makassar, Selasa (16/1), didampingi Koordinator SAR Gabungan (SAR Mission Coordinator/SMC), Marsekal Pertama Eddy Suyanto dan Kepala Basarnas Bambang Karnoyudho.

Lempengan logam tersebut ditangkap sonar KR Pulo Rapat sekitar pukul 12.40 Wita, Selasa sekitar 12 Nautical Mile (NM) dari arah barat daya Perairan Majene, Sulbar sehingga jumlah titik lempengan yang telah berhasil ditangkap KRI sebanyak lima titik.

Sebelumnya, KRI Fatahillah di Perairan Mamuju pada tiga titik koordinat yakni 02.35.18 LS dan 118.48.36 BT, titik kedua pada koordinat 02.36.12 LS dan 118.46.42 BT serta titik ketiga pada koordinat 02.31.30 LS dan 118.33.40 BT serta lempengan logam yang ditangkap sonar KRI Nala pada koordinat 03.40.24,5 LS dan 113.10.58,2 BT.

Sejauh ini lanjut Gatot, KRI tersebut belum mampu mendeteksi sejumlah lempengan logam yang berada di dasar laut itu.

Pasalnya, alat yang digunakan Kapal Mary Sears AS tersebut tidak mampu menangkap sinyal ULB pesawat Adam Air, karena hanya memiliki kekuatan frekuensi 33 megahertz sementara ULB yang melekat pada kotak hitam pesawat 37,5 megahertz, selain itu, daya kedalaman yang mampu dijangkau alat AS ini hanya 800 meter sedangkan berdasarkan sonar yang ditangkap KRI, kedalam titik lempengan it berkisar 1500-1700 meter.

Menurut Gatot, sejumlah KRI ini juga sulit mengidentifikasi lempengan logam tersebut karena terlalu dalam dan medannya pun berlekuk-lekuk.

Sementara itu, SMC Eddy mengatakan bahwa pencarian masih tetap dilaksanakan dengan fokus utama di lautan. Hingga saat ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan yang dipastikan milik pesawat Adam Air diantaranya 42 meja makan, 10 busa tempat duduk, 40 bagian-bagian pesawat, 10 lempengan logam dan satu stabilizer elevator pesawat. (*/bun)