< >

Penyaluran Beras Vietnam Diharapkan Tidak Saat Panen Raya

Kamis, 18 Januari 2007 06:15
Kapanlagi.com - Penyaluran beras impor asal Vietnam yang masuk Lampung sebanyak 24 ribu ton, hendaknya tidak dilakukan saat panen raya, untuk menjaga kestabilan harga, ujar juru bicara Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Lampung, Thibroni Hamim, di Bandarlampung, Rabu (17/1).

"Jika harga gabah rendah, akan membuat petani tidak mampu membeli pupuk dan kebutuhan produksi lainnya, yang pada gilirannya target peningkatan nilai tukar petani, NTP tidak akan tercapai," kata dia.

Fraksi tersebut mendukung sepenuhnya upaya menaikkan target indeks nilai tukar petani (NTP) sebesar 105 persen, meskipun NTP standar 100 persen. Sebenarnya, angka tersebut masih bisa ditingkatkan, karena pada bulan Agustus 2006 menurut catatan BPS, NTP Lampung mencapai 107,1 persen.

NTP tersebut memosisikan indeks NTP Lampung berada pada peringkat ketiga se-Sumatera setelah Sumatera Selatan dan Jambi. Secara nasional, NTP Lampung juga berada di atas NTP nasional yakni 102,6 persen.

Meningkatnya indeks NTP menunjukkan kesejahteraan petani, hal tersebut tercapai jika adanya kestabilan sisi permintaan dan penawaran. Karena itu, saat panen raya harga gabah tidak jatuh.

Terkait rencana penurunan tingkat pengangguran terbuka dari sembilan persen menjadi lima persen, FPD menilai target tersebut berana dan cukup fantastis. Apalagi target tersebut disertai dengan penyediaan lapangan kerja bagi empat persen pengangguran terbuka.

Karena itu, fraksi tersebut meminta segala hambatan masuknya investasi seperti memberi kepastian hukum, reformasi bidang perizinan, dan insentif khusus diberikan kepada calon investor.

Terlebih, sejumlah investor di bidang bahan bakar nabati (BBN) yang mendapat persetujuan pemerintah pusat masuk ke Lampung, sehingga diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah sekaligus mengurangi angka pengangguran secara drastis. (*/boo)

 Pesan dari sponsor 

KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar