Setelah beberapa hari menunggu kepastian dari pihak Arab Saudi akhirnya tim ditemui Wakil Menteri Haji Syeikh Hatim bin Hasn Al Qadi di Mekkah.
Pertemuan yang berlangsung pukul 14.30 WAS (Waktu Arab Saudi) diikuti oleh seluruh tim investigasi haji. "Kami telah melakukan pertemuan dengan wakil menteri haji, kalau di sini sebutannya adalah sekjen," katanya di Makkah, Rabu.
Tolchah mengatakan, pertemuan tersebut membahas khusus tentang katering Arafa-Mina. Ia juga mengatakan, pihak kementerian memberikan apresasi atas upaya pemerintah Indonesia untuk mencari informasi yang objektif atas peristiwa di Arafah-Mina.
Saat ditanya apakah pertemuan tersebut juga membahas rinci mengenai kegagalan katering di Arafah-Mina, Tolchah mengatakan bahwa hal itu memang dibahas namun ia tak bisa mengatakannya.
"Saya harus lapor Presiden dulu," ungkapnya kepada Media Center Haji di Mekkah.
Menurut Tolchah, pihak kementerian haji Arab Saudi juga menawarkan pertemuan antara tim investigasi dengan gubernur Makkah.
"Mereka menawarkan pertemuan tersebut dilakukan minggu depan. Namun kami telah membuat janji dengan pihak lain," katanya.
Menurut Tolchah terkait pertemuan dengan gubernur Makkah itu akan dipikirkan kembali. Ini, kata dia, bergantung pada kondisi yang ada.
Berdasarkan jadwal, mereka akan berada di Tanah Suci hingga 23 Januari 2007.
"Kami belum memikirkan kembali apakah akan memperpanjang keberadaan kami di Arab Saudi," kata Tolchah Hasan.
Dalam kesempatan lain, menurut acting Konjen RI di Jeddah, pihaknya optimis tim investigasi akan bisa menembus pihak-pihak yang terkait dengan katering armina di Arab Saudi, seperti dengan Muassasah dan juga Ana Katering, apalagi tim telah bertemu dengan kementerian haji.
"Kemungkinan besar tim akan bisa mengadakan pertemuan dengan Muassasah, dan Ana katering, setelah tim berhasil bertemu wakil menteri Haji," ujar Konjen RI Gatot Abdullah Mansyur ketika ditemui wartawan di kantornya Rabu.
Menurut Gatot, pertemuan dengan pihak kementerian haji merupakan hasil lobi-lobi informal yang dilakukan oleh dubes RI di Riyadh, sehingga pertemuan bisa dilakukan dengan lebih cepat dari biasanya.
Khusus untuk pertemuan dengan Ana katering, pihak PPIH telah melayangkan surat kepada pihak Ana katering namun hingga kini belum diterima jawaban. (*/rsd)