KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
"Penundaan ini hanya berkaitan dengan masalah teknis saja dan penerbangan perdana yang seharusnya hari ini diundur menjadi tanggal 29 Januari mendatang, ini juga demi keselamatan penumpang kok," kata Distrik Manajer Sriwijaya Air M.Yusri HMA di Malang, Kamis.
Ia mengakui, akibat penundaan tersebut seat yang sudah terisi sekitar 30% itu, 10% diantaranya membatalkan penerbangan dari Malang ke Surabaya, karena mereka adalah pebisnis.
Meskipun ada penundaan terbang perdana untuk jalur Malang-Surabaya yang diteruskan ke Balikpapan, katanya, namun untuk penerbangan reguler tetap seperti biasa, tidak ada perubahan jam terbang.
Dikatakannya, karena adanya Sidak dari Dirjen Perhubungan Udara dan penundaan penerbangan perdana jarak pendek Malang Surabaya, maka secara otomatis juga harus dilakukan koordinasi ulang dengan pihak Lanud Abd.Saleh.
Seperti diketahui adanya semburan lumpur Lapindo yang memacetkan arus lalu lintas darat Malang-Surabaya `mengilhami` maskapai penerbangan Sriwijaya Air untuk membuka jalur penerbangan pendek Malang-Surabaya.
Pesawat yang digunakan untuk jalur pendek tersebut adalah jenis Boing 737 seri 200 dengan kapasitas 125 seat dan harga tiket antara Rp200 ribu hingga Rp325 ribu.
Untuk sementara waktu, penerbangan jalur pendek Malang-Surabaya hanya satu kali flight` sehari, karena sampai saat ini baru Sriwijaya Air yang mengajukan.
Sebelum Sriwijaya Air menyeriusi penerbangan jalur pendek Malang-Surabaya, katanya, ada tiga maskapai yang mengajukan untuk menerbangi jalur tersebut yakni Merpati Air, Riau Air dan Susi AIr, namun yang merealisasikan justru Sriwijaya Air. (*/rsd)