"Setelah Ny. Riyah meninggal akibat flu burung, para tetangga seakan mengucilkan keluarga kami, mereka bersikap tidak seperti sebelumnya saling tegur dan berkunjung," kata Mn (38) keluarga korban yang ditemui ANTARA, Kamis.
Menurut dia, para tetangga biasanya melakukan silaturahmi serta saling mengobrol dengan keluarga korban, namun setelah peristiwa yang merenggut nyawa saudaranya itu, hubungan kekerabatan tersebut semakin renggang.
Bahkan para tetangga lebih banyak berdiam diri di rumah masing-masing dan bila ada keluarga korban yang datang hanya dilayani dengan basa-basi.
Dia mengatakan, masalah itu membuat dirinya dan keluarga prihatin padahal korban sudah dikuburkan dan petugas medis sudah memberikan keterangan bahwa virus dengan kode H5N1 itu tidak menyebar ke manusia, karena unggas dan hewan ternak lainnya di sekitar rumah korban sudah dimusnahkan.
Namun kerabat lainnya, Js (29) merasakan sikap serupa dari tetangga yang menjaga jarak dan hubungan diantara mereka dirasakan mulai renggang tidak seperti biasanya.
Memang wajar tetangga takut terhadap penularan virus tersebut, tetapi jangan sampai berlebihan sehingga hubungan selama ini sudah terjalin menjadi kurang harmonis, kata ibu dua anak itu.
Bahkan ketika digelar tahlilan di rumah korban, sekitar lima warga yang datang melakukan pengajian dan selebihnya menyatakan berhalangan untuk hadir dengan berbagai alasan.
Ny Riyah merupakan korban meninggal dunia yang ke-61 di Indonesia dan sempat dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur, selama beberapa hari dan sebelumnya mendapatan Pengobatan di RSUD Tangerang.
Selain korban, diduga terkena virus mematikan itu juga suaminya M. Yusuf (48) dan anaknya M. Arif (19), tapi kedua penderita itu dinyatakan negatif flu burung dan diperkenankan pulang oleh petugas medis yang merawat.
Dia menyesalkan sikap tetangga yang menganggap korban seperti penderita penyakit AIDS yang dapat menular dan akhirnya menjauhi karena khawatir tertular.
Padahal ketika dikubur pekan lalu, mayat korban dimasukkan dalam peti jenazah dan tidak diperkenankan untuk dilihat oleh keluarga maupun tetangga. (*/rsd)








