KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Lonjakan penumpang Garuda Indonesia ini terlihat dari jumlah penjualan tiket di sejumlah biro perjalanan yang meningkat cukup tinggi.
Pimpinan Timoho Tours and Travel, Ratu Norita di Makassar, Jumat mengatakan, penjualan tiket Garuda Indonesia di perusahaannya kini mencapai 30-35 lembar per hari yang sebelumnya hanya sekitar 20-25 lembar per hari. Melonjaknya penumpang Garuda Indonesia ini pun memicu kenaikan tarif tiket pada seluruh rute penerbangan.
Norita mencontohkan, rute Makassar-Jakarta kelas ekonomi kini telah mencapai Rp1 juta rupiah lebih padahal sebelumnya hanya dijual Rp700 ribu-an. Kendati tarif tiket Garuda Indonesia mengalami kenaikan tetapi Norita mengakui bahwa pihaknya tetap masih kesulitan melayani konsumen yang ingin melakukan perjalanan dengan maskapai milik pemerintah ini.
"Sampai-sampai kami harus mendatangi langsung kantor Garuda Indonesia untuk meminta tambahan kuota tiket," ujar Norita. Hal berbeda dikatakan General Manager Garuda Indonesia Makassar, Muhammad Azhar bahwa permintaan tiket Garuda Indonesia selama Januari 2007 masih tetap stabil dimana jumlah reservasi hampir sama dengan jumlah reservasi penumpang pada akhir Januari 2006 yakni sekitar 87 %.
Menurut Azhar, penumpang Garuda Indonesia terlihat bertambah karena jumlah armada yang dimiliki Garuda Indonesia tidak sebanding dengan permintaan masyarakat yang menginginkan terbang dengan maskapai penerbangan nasional Indonesia ini. Azhar menuturkan, lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada Maret 2007 dimana pada saat itu merupakan musim umroh (high season).
Mengantisipasi lonjakan penumpang, Garuda Indonesia telah merencanakan untuk menambah jumlah seat Makassar-Jakarta sampai sekitar dua kali lipat.
Caranya adalah dengan menambah frekwensi penerbangan atau mengoperasikan pesawat berbadan lebar seperi Airbus yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pesawat yang dioperasikan saat ini atau menambah frekwensi penerbangan yang saat ini baru empat kali sehari.
"Kami sudah usulkan ini ke direksi pusat sejak November 2006 dan diharapkan bisa direalisasi April 2007," ujarnya. (*/rsd)