KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa MobilData terbaru WHO, seperti yang tercantum di laman resminya pada Jum'at (19/1), menyebutkan angka kematian global akibat campak menurun dari sekitar 873 ribu pada 1999, menjadi 345 ribu pada 2005.
Upaya penanganan campak di Afrika bahkan telah berhasil menurunkan 75% kematian akibat campak selama periode tersebut, yakni dari sekitar 506 ribu menjadi 126 ribu.
Keberhasilan penanganan campak yang diumumkan mitra penanganan penyakit campak global yang meliputi WHO, UNICEF, Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika dan Palang Merah Amerika pada Jumat itu melebihi target Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengurangi kematian akibat campak hingga separuhnya antara 1999-2005.
"Ini kemenanganan bersejarah untuk progam kesehatan publik global, untuk kekuatan kemitraan dan untuk komitmen semua negara dalam memerangi campak," kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.
Janji PBB untuk menurunkan angka kematian akibat campak hingga setengahnya, kata dia, tidak hanya dapat dipenuhi tetapi telah dipenuhi melebihi target yang ditetapkan hanya dalam enam tahun dengan Afrika sebagai ujung tombaknya.
Kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kematian akibat campak menurut dia terletak pada strategi kunci penanggulangan penyakit campak yang antara lain meliputi pemberian satu dosis vaksin campak kepada bayi melalui sarana kesehatan dasar, pemberian dosis vaksin kedua untuk imunisasi campak pada anak melalui program imunisasi massal, peningkatan penanganan penderita campak dan pemberian suplemen vitamin A.
Keberhasilan strategi itu juga tampak pada tingginya cakupan imunisasi campak global antara tahun 1999 dan 2005.
Selama periode itu cakupan imunisasi campak rutin dosis pertama secara global meningkat dari 71% menjadi 77% dan lebih dari 360 juta anak usia sembilan hingga 15 tahun menerima imunisasi campak.
Akselerasi kegiatan pengendalian penyakit campak itu juga didukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi rutin dan layanan kesehatan lain seperti promosi praktik injeksi aman, peningkatan kapasitas penyimpanan vaksin dan pembangunan jaringan laboratorium kesehatan global.
Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa meski keberhasilan tersebut cukup menggembirakan masih banyak yang harus dilakukan untuk menanggulangi salah satu penyakit paling menular di dunia itu.
Sebab pada 2005, 345 ribu anak diperkirakan masih meninggal akibat campak dan 90% di antaranya adalah anak usia di bawah lima tahun yang sebagian meninggal akibat komplikasi yang berhubungan dengan diare, pneumonia dan enchepalitis.
Tantangan penanggulangan campak saat ini adalah mencapai target global baru yakni menurunkan angka kematian global akibat campak hingga 90% pada 2010 dibandingkan tingkat kematian pada tahun 2000.
Ini berarti akselerasi keberhasilan penanggulangan campak yang dilakukan di negara-negara yang menerapkan strategi penanggulangan campak tepat harus terus dilanjutkan dan negara-negara dengan kasus campak tinggi seperti India dan Pakistan harus menerapkan strategi yang sama.
Di samping itu bersamaan dengan kampanye penanggulangan campak juga bisa dilakukan kegiatan lain untuk menurunkan kematian anak seperti upaya penurunan kematian pada saat persalinan, pemberian kelambu untuk mencegah malaria, pemberian obat anti kecacingan dan pemberian suplemen vitamin.
Semua itu perlu dilakukan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs) untuk menurunkan dua per tiga kematian anak antara 1990-2015. (*/bun)