"Sebelum ini, mantan Presiden Soeharto pernah juga memberikan pernyataan yang sama, tapi realisasinya tidak jelas," kata Ketua Umum PB PHSI, Rajkumar Singh dan Ketua Umum PB Perkemi, Timbul Thomas Lubis seusai acara pemberian bonus oleh Presiden kepada atlet Asian Games yang meraih medali di Doha, Qatar.
Acara tersebut berlangsung di gedung serbaguna Senayan Jakarta yang dihadiri tokoh olahraga dan atlet.
Menurut Rajkumar Singh, imbaun Presiden Susilo Bambang Yudoyono tentang dana olahraga ini seharusnya menjadi perhatian yang serius tidak saja dari BUMN dan swasta, tapi juga para pimpinan di daerah maupun pusat.
"Kalau pernyataan presiden itu disikapi dengan perbuatan nyata, tidak mustahil olahraga Indonesia akan bangkit lagi," katanya.
Sementara Ketua Umum PBB Perkemi, Timbul Thomas Lubis merasa pesimistis imbaun presiden tentang dana olahraga ini bisa berjalan sesuai dengan harapannya, kalau tidak ditindaklanjuti dengan sebuah surat dari presiden.
Sehubungan dengan itu mereka minta Menpora sebagai staf dari presiden untuk secepatnya menyikapi dari pernyataan presiden tersebut. Bagi atlet karate seperti Umar Syarif, pernyataan presiden itu dapat membangkitkan gairah bagi atlet, terutama yang memasuki masa pensiun.
"Presiden telah berjanji atlet berprestasi akan diusahakan menjadi pegawai negeri. Kesempatan ini telah lama ditunggu-tunggu," kata karateka peraih medali perunggu di Asian Games Doha, Qatar itu.
Bahkan atlet binaraga Syafrizaldi asal Bengkulu yang peraih medali perunggu, mengakui perhatian dunia usaha dan pemerintah di daerah terhadap prestasi atlet masih rendah.
Sebagai gambaran ia menunjuk dirinya yang mempersiapkan diri untuk Asian Games harus menggunakan dana sendiri sebesar Rp40 juta.
"Padahal saya telah berulangkali memohon bantuan dana, tapi kurang ditanggapi," ujarnya. Ia berharap pernyataan Presiden kali ini dapat terealisasi, paling tidak untuk mempersiapkan diri SEA Games, Thailand akhir tahun ini. (*/bun)