Menurut keterangan panitia penyelenggaran, dalam pertemuan tersebut Wapres Jusuf Kalla akan memberikan sambutan sekaligus membuka pertemuan yang digagas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bersama Organisasi PBB bidang Kebudayaan,
Ilmu Pengetahuan, dan Pendidikan (UNESCO).
Pertemuan internasional yang mengusung tema "The Power of Peace: Using the Tools of Information and Communication" itu akan berlangsung hingga 23 Januari 2007.
Pertemuan juga akan menghadirkan sejumlah tamu sangat-sangat penting (VVIP) setingkat kepala negara atau pejabat tinggi negara serta sekitar 400 peserta dari dalam dan luar negeri yang terdiri dari organisasi media (cetak, penyiaran, internet), LSM perdamaian, organisasi keagamaan, universitas, dan lembaga penelitian.
Latar belakang diadakan pertemuan itu adalah saat ini dunia menjadi makin rawan yang salah satunya disebabkan karena sesat dan tidak berimbangnya pemberitaan dan penyalahgunaan teknologi informasi untuk kepentingan teror bahkan perang.
Industri media dan telekomunikasi saat ini dapat menentukan sendiri agenda sosial sebuah bangsa dan ketidakpedulian pada budaya, teror serta ejekan maupun penghinaan terhadap pemuka maupun tauladan umat beragama.
Media dan teknologi kini diimbau untuk menjadi mitra menuju perdamaian dunuia, dengan mempertimbangkan dampak pemberitaan atau tayangan maupun program yang tidak patut seperti mempromosikan kekerasan, kebiadaban tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan.
Sejumlah undangan yang direncanakan hadir antara lain Ratu Rania Al-Abdullah (Yordania), PM Malaysia Abdullah Badawi, Desmond Tutu (peraih hadiah nobel perdamaian dari Afsel), Ted Turner (pendiri CNN), Steve Jobs (CEO Komputer Apple), serta Bill Gates (CEO Microsoft). (*/rit)