"Program `sapu jagad` ini merupakan satu terobosan untuk pembiayaan sejumlah kredit yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang tersebar di setiap kabupaten/kota di Sumbar," kata Pimpinan Bank Indonesia Padang, C Y Boestal, di Padang, Minggu.
Dia mengatakan, hal tersebut ketika menyampaikan paparannya dalam pertemuan tahunan perbankan tahun 2007 yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Sumbar. `
Sapu jagad` yang merupakan singkatan dari `saya punya jaminan agar dapat deposito` merupakan satu program yang memungkinkan warga miskin memperoleh kredit dari perbankan dengan menggunakan sejumlah agunan yakni deposito masyarakat, bunga deposito, ternak, dana APBD, zakat dan pemberdayaan dana abadi umat.
Program tersebut merupakan satu gagasan dimana bagian kecil dari deposito seseorang dijadikan jaminan terhadap suatu usaha mikro/keluarga miskin, sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat yang mampu dan kalangan perbankan untuk membantu mengentaskan penduduk miskin di daerah itu.
Menurut dia, potensi deposito masyarakat di Sumbar cukup besar mencapai Rp3,5 triliun, dengan total rekening mencapai 40.370 lembar yang dimiliki oleh Pemda Tk II, dana pensiunan, yayasan dan badan sosial, koperasi, perseorangan dan lainnya.
"Potensi yang cukup besar itu dapat dijadikan jaminan kredit bagi masyarakat miskin untuk dijadikan modal usahanya baik di bidang perdagangan, pertanian maupun perkebunan," jelasnya.
Boestal menjelaskan bagian dana deposito yang dijadikan jaminan disesuaikan dengan total kredit, misalnya untuk deposito Rp10 hingga Rp50 juta, bagian yang dijadikan jaminan sebesar Rp1 juta, deposito sebesar Rp50 hingga Rp100 juta bagian yang dijaminkan sebesar Rp2juta demikian seterusnya.
Bagian deposito yang dijadikan jaminan tersebut tidak akan hilang karena diasuransikan.
Dengan mengalikan bagian dana deposito yang dijadikan jaminan dan jumlah rekening yang ada maka, potensi dana deposito yang bisa dijadikan jaminan kredit bagi kelurag miskin sebesar Rp43,15 miliar/bulan, yang berasal dari rekening perorangan.
Dari dana tersebut, maka jika setiap keluarga miskin memperoleh pinjaman sebesar Rp1 juta, maka akan terbantu sebanyak 43.151 KK miskin.
"Dengan partisipasi semua pihak tersebut diharapkan proses pengentasan penduduk miskin tersebut akan semakin cepat," katanya. (*/rit)