< >

Kotak Hitam Adam Air Belum Ditemukan

Senin, 22 Januari 2007 08:00
Kapanlagi.com - Koordinator Tim SAR Gabungan pencarian pesawat Adam Air, Marsma Eddy Suyanto mengatakan, benda yang mirip black box temuan seorang nelayan di Majene, Sulbar sama sekali bukan kotak hitam pesawat.

"Itu bukan black box Adam Air. Jangan membuat para keluarga korban menjadi bingung dengan pemberitaan-pemberitaan yang keliru sebab mereka bisa akan melampiaskan kemarahannya kepada tim SAR, bukan kepada wartawan," jelasnya dalam jumpa pers di Pangkalan TNI AU Hasanuddin Makassar, Minggu (21/01).

Eddy yang juga Komandan Lanud Hasanuddin ini mengatakan, kotak berwarna oranye yang ditemukan seorang nelayan, Ridwan di perairan Somba Utara, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat merupakan tempat ransum (perbekalan makanan) yang biasanya dipersiapkan kapal laut atau pesawat.

"Tempat ransum ini sudah kadaluarsa (expired) terhitung sejak 1997 dan dijual secara bebas di pasaran," jelas Eddy seraya mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti asal muasal dan pemilik ransum tersebut. Yang jelas, lanjutnya, Eddy meminta kepada para wartawan agar tidak terkecoh dalam memberitakan hal-hal yang kurang benar sehingga para keluarga korban tidak resah dan tambah berduka.

Menurut Eddy, kotak hitam pesawat atau biasa disebut flight data recorder (rekaman data penerbangan), biasanya berada pada ekor pesawat yang melekat pada Underwater Locator Beacon (ULB).

Namun mantan instruktur penerbang ini tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk dan ukuran kotak hitam yang diyakini bisa mengungkap penyebab kecelakaan pesawat Adam Air yang hilang sejak 1 Januari 2007.

Sebuah benda berwarna orange yang sebelumnya diduga merupakan kotak hitam pesawat Boeing 737-400 Adam Air ini ditemukan seorang nelayan, Ridwan (41) pada hari Sabtu (20/1) di sekitar Sulawesi Barat. Benda ini bertuliskan emergency ration dengan ukuran panjang 21 cm, lebar 6 cm dan tinggi sekitar 4,5 cm itu telah diperiksa dan bukan black box.

Sementara itu, proses pencarian yang dilakukan melalui udara, pesawat Cassa milik TNI AL menemukan sebuah benda berbentuk datar yang diduga bagian ekor atau sayap pesawat pada titik koordinat 04.05.39 Lintang Selatan dan 118.46.37 Bujur Timur pada hari Minggu sekitar pukul 16.00 Wita.

"Barang itu tidak bisa diambil dengan helikopter karena ukurannya besar dan jaraknya cukup jauh dari pantai yakni sekitar 50 nautical mile/radial 265 derajat dari Parepare atau radial 196 derajat 33 NM dari Majene," jelas Eddy.

Pihaknya akan meminta bantuan dari KRI Fatahillah yang berada tidak jauh dari lokasi itu untuk mengambilnya. Proses pencarian pesawat yang hilang bersama 102 penumpang dan awaknya sejak 1 Januari 2007 itu hingga kini telah menemukan sekitar 177 serpihan, 154 diantaranya positif dinyatakan milik Adam Air dan 23 serpihan lainnya masih diselidiki KNKT. (*/rit)