"Itu sudah pasti. Ada batas waktunya. Tidak mungkin dilakukan pencarian selama setahun," kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan saat transit di Pangkalan TNI AU (Lanud) Hasanuddin Makassar, Senin (22/01) sebelum melanjutkan perjalanannya ke Manado, Sulawesi Utara.
Namun Wapres tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai sampai kapan pencarian pesawat Adam Air ini akan dilakukan.
Menurut aturan yang berlaku, katanya, proses pencarian ini seharusnya telah lewat namun pemerintah masih memberikan kelonggaran kepada Basarnas untuk tetap melanjutkan pencarian pesawat bersama 102 penumpang dan awaknya itu.
Pasalnya, lanjut Kalla, tim SAR telah menemukan petunjuk-petunjuk untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat.
"Yang paling penting saat ini adalah mencari posisi jatuhnya pesawat," jelas Kalla.
Ia yakin bahwa lokasi jatuhnya pesawat Adam Air Nomor penerbangan KI 574 rute Surabaya-Manado ini berada di perairan berdasarkan petunjuk-petunjuk atas temuan serpihan badan pesawat di laut.
"99% diyakini pesawat itu jatuh di laut tetapi belum diketahui secara pasti posisi jatuhnya pesawat itu ada di mana," ujar Kalla sembari meninggalkan wartawan menuju pesawat.
Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla, transit di Bandara Hasanuddin Makassar Senin pagi, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara untuk membuka Sidang Majelis Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
Wapres yang didampingi Ny. Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Menteri Pertanian Anton Apriantono transit di Bandara Hasanuddin Makassar Senin pagi, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara untuk membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap Sinode Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
Di uang Galaktika, Lanud Hasanuddin, Wapres dan rombongan disambut Gubernur Sulsel HM. Amin Syam dan Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Marsma Eddy Suyanto yang juga Koordinator Tim SAR Gabungan pencarian pesawat Adam Air dan memberikan laporanm mengenai upaya pencarian pesawat yang sudah berlangsung selama 21 hari.
Pesawat Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan KI-574 yang membawa 102 penumpang dan awaknya, hilang saat dalam penerbangan dari Surabaya ke Manado pada 1 Januari 2007.
Pesawat itu diduga jatuh di perairan Majene Sulawesi Barat, namun upaya pencarian yang telah beralngsung selama 21 hari belum juga menemukan titik terang keberadaan badan pesawat itu, meski ratusan serpihan badan pesawat telah ditemukan menyebar di berbagai tempat di perairan Parepare, Barru, Pangkep, Makassar dan Mejene. (*/rit)