Produksi Minyak Cepu Tertunda 10 Bulan
Kapanlagi.com - ExxonMobil menyampaikan secara resmi kepada pemerintah bahwa produksi Blok Cepu tertunda selama 10 bulan dari target sebelumnya pada kuartal pertama 2009.Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Kardaya Warnika, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin mengatakan penundaan produksi itu terutama akibat terkendala pembebasan tanah di wilayah pemboran sumur. "Pembebasan tanahnya cukup sulit karena wilayah pemborannya berada di permukiman dan persawahan. Karenanya, mereka sudah meminta penundaan produksi minyak selama 10 bulan," katanya. Kendala lain, lanjut Kardaya, adalah adanya perubahan rancang bangun pengembangan lapangan minyaknya dibandingkan sebelumnya. Menurut dia, perubahan rancang bangun dikarenakan jumlah lapangan yang akan dikembangkan berbeda dengan sebelumnya. "Jumlah lapangan tidak sama dengan sekarang, karena beberapa lapangan sudah diberikan kepada Pertamina dan beberapa sumur sudah berubah, sehingga harus dikaji lagi rancang bangun pengembangan lapangan ini," katanya. Namun demikian, menurut dia, BP Migas sudah meminta operator tetap memproduksikan minyak di Blok Cepu pada kuartal pertama 2009. Hal itu, kata Kardaya, dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan fasilitas produksi yang dimiliki Joint Operating Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java Ltd. Fasilitas produksi JOB itu letaknya memang berdekatan dengan Lapangan Banyu Urip yang akan diproduksikan secara bersama ExxonMobil melalui anak perusahaannya Mobil Cepu Limited (MCL) dan anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina EP Cepu. "Saat ini, MCL sedang mengkaji upaya mempercepat produksi minyak tersebut," katanya. Pada tahap awal, produksi minyak Blok Cepu direncanakan mencapai 20.000 barel per hari yang secara bertahap meningkat hingga puncak produksi 165.000 barel per hari. (*/rit) |