"Salah satu inisiatif penting yang melibatkan kepemimpinan Indonesia itu adalah menginventarisasi seluruh ketimpangan dalam kesiapan tanggap darurat di kawasan Asia Pasifik," kata Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, Senin, dalam keterangan persnya tentang pertemuan para pejabat tinggi APEC yang berlangsung di ibukota Australia itu hingga 26 Januari 2007.
Dino mengatakan para delegasi RI dan anggota ekonomi APEC lainnya bertemu di Canberra dari 15 hingga 26 Januari guna membahas berbagai isu yang telah disinggung para pemimpin APEC dalam KTT mereka di Hanoi tahun lalu, seperti integrasi ekonomi kawasan, keamanan energi, dan reformasi APEC.
Sejumlah isu pendukung, seperti kesiapan penanggulangan ancaman flu burung dan perang melawan terorisme, juga dibicarakan dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) APEC tersebut, katanya.
Kesertaan delegasi RI dalam SOM itu, kata Dino, tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi upaya meningkatkan kerja sama ekonomi di antara para anggota, namun juga memastikan bahwa seluruh manfaat yang ditawarkan APEC dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembangunan Indonesia.
Dua dari manfaat yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia itu adalah bantuan peningkatan kapasitas serta transfer pengetahuan/informasi, katanya.
Tahun ini, beberapa kegiatan yang melibatkan Indonesia adalah proyek inventarisasi kesepakatan anti korupsi baik di tingkat regional maupun bilateral antar anggota APEC.
Lalu, kegiatan peningkatan kapasitas kesiapan bersama APEC-OECD tentang reformasi aturan dalam aspek deregulasi dan kebijakan persaingan, lokakarya tentang kesiapan dan daya tahan menghadapi tsunami melalui riset, pendidikan, dan pelatihan.
Dalam rangkaian pertemuan SOM APEC, delegasi RI dipimpin Dirjen Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Deplu RI, Primo Alui Joelianto. Joelianto yang juga ketua SOM Indonesia didampingi Deputi IV Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Kantor Menko Perekonomian, Mahendra Siregar.
Para pejabat yang masuk dalam delegasi RI tidak hanya berasal dari Deplu dan kantor Menko Perekonomian, tetapi juga dari unsur KBRI Canberra, Menko Polkam, Menko Kesra, Dep Kelautan dan Perikanan, Depdag, Dep Perindustrian, Depkeu, Dephukham, Depkominfo, Deptan, Depkes, DESDM, BI, Bappenas, KPK, KPPU, Badan Standardisasi Nasional, BKPM dan Sekretariat Wakil Presiden RI, kata Dino.
KTT APEC sendiri dijadwalkan berlangsung di Sydney pada 8-9 September 2007.
APEC beranggotakan Australia, Brunei, Kanada, Chile, China, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, PNG, Peru, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, Rusia, AS, dan Vietnam. (*/rit)