Analis Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas, Rifki I. Hasan, di Jakarta, Senin, mengatakan penguatan indeks yang terjadi kerena sentimen positif dari penguatan bursa regional.
Pada sesi pagi, IHSG ditutup naik 14,565 poin atau 0,81 persen menjadi 1.810,124 dan indeks LQ45 menguat 3,436 poin atau 0,89 persen di level 391,398. Volume berdagangan mencapai 1,493 miliar saham dengan nilai Rp1,358 triliun dari 19.565 kali transaksi.
Rifki juga mengungkapkan berita penurunan kredit bermasalah (NPL) Bank Mandiri (BMRI) juga memicu pelaku pasar untuk meramaikan pasar dan mendorong indeks untuk naik.
Selain itu, lanjutnya, adanya program beli untuk investasi tahun 2007 oleh dana lokal yang besar diperkirakan dapat mendorong indeks untuk tetap berada di teritori positif.
Penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen positif di pasar hari ini. Namun demikian, pelaku pasar harus tetap berhati-hati terhadap aksi "profit taking" oleh investor ritel setelah indeks naik dalam satu pekan terakhir, menyusul kekhawatiran tingkat inflasi Januari bisa menjadi sentimen negatif perdagangan saham di BEJ.
Perdagangan di BEJ masih didominasi saham yang naik yang mencapai 84 dibanding yang turun 36 dan 42 bergerak datar.
Kenaikan indeks dipimpin oleh saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan BMRI, dimana PGAS menguat Rp150 ke posisi Rp8.350 dan BMRI terangkat Rp75 ke level Rp2.775.
Sedangkan penurunan Telkom (TLKM) dan Astra Internasional (ASII) menjadi penahan laju indeks. TLKM mengalami koreksi Rp50 menjadi Rp10.100 dan ASII melemah Rp100 ke harga Rp16.000. (*/rit)