< >

Didukung Sentimen Positif, Rupiah Stabil

Senin, 22 Januari 2007 10:59
Kapanlagi.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar-bank Jakarta, Senin pagi (22/01), menguat tipis menjadi Rp9.075/9.077 per dolar AS dibandingkan dengan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp9.076/9.078.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib, di Jakarta, Senin, mengatakan rupiah berpeluang menguat, karena sentimen pasar masih menyelimutinya, menyusul masih tingginya aktifitas pelaku asing yang menempatkan dananya di pasar rupiah.

Rupiah, menurut dia, kemungkinan besar akan bisa menembus level Rp9.000 per dolar AS, apabila sentimen positif terus berlanjut.

Meski terjadi kenaikan rupiah pada sesi ini, posisi dolar AS menguat terhadap yen, setelah bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya.

Keputusan BoJ itu, lanjut Kostaman, mengakibatkan pelaku pasar kecewa dan segera melepas yen yang memicu dolar AS menguat hingga di atas level 121 yen.

Dolar AS terhadap yen naik menjadi 121,38 dari sebelumnya 121,10 dan euro naik jadi 157,35 dari 157,10.

Dolar AS juga mendapat dukungan dengan menguatnya data konsumen AS, katanya.

Ia mengatakan rupiah sebenarnya sempat mencapai Rp9.070 per dolar AS, namun sepinya faktor pengggerak pasar lokal mengakibatkan rupiah kembali terkoreksi hingga di posisi Rp9.077 per dolar AS.

Di pasar regional, sejumlah indeks Asia seperti Nikkei naik 0,65 persen, indeks Kospi naik 0,13 persen dan indeks AS/SPX 200, Australia mencapai 5.734,9, yang memberikan dukungan positip terhadap mata uang lokal itu, katanya.

Rupiah pada pekan lalu sempat mendekati level Rp9.200 per dolar AS, setelah pelaku asing menarik dana lindung nilai (hedge fund) sehingga menekan mata uang lokal itu.

Namun kondisi ini tidak berlangsung lama, rupiah kembali menguat hingga berada di bawah level Rp9.100 per dolar AS yang diperkirakan akan bisa menembus level Rp9.000 per dolar AS pada Maret mendatang, kata Kostaman. (*/rit)


BERITA TERKAIT