"Studi genetik secara menyeluruh terhadap virus yang diambil dari para pasien yang meninggal akibat flu burung bulan lalu menunjukkan bahwa infeksi akibat virus tersebut kebal terhadap Tamiflu," kata jurubicara Departmen Kesehatan Mesir, Abdel-Rahman Shanin, seperti dikutip MENA akhir pekan lalu.
Pernyataan Departemen Kesehatan Mesir tersebut muncul dua hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa dua kasus flu burung pada manusia di Mesir bulan lalu memiliki bentuk berubah dari virus tersebut yang menunjukkan sedikit kekebalan terhadap Tamiflu.
Mesir melaporkan kasus pertama flu burung pada manusia pada Maret 18, 2006. Sejak kemudian, 11 orang telah meninggal akibat virus mematikan tersebut. Kasus kematian terakhir akibat flu burung terjadi pada Januari 19, 2007. (*/bun)