< >

Profesional TI Dari 27 Negara Hadiri 'Asia Source II' di Jabar

Selasa, 23 Januari 2007 07:14
Kapanlagi.com - Lebih 130 profesional dan praktisi di bidang Teknologi Informasi (TI) dari 27 negara berkumpul di Sukabumi, Jawa Barat, dalam Free/Open Source Software (FOSS) conference and training camp 'Asia Source II', Senin (22/1).

"Tujuan acara ini untuk meningkatkan penggunaan aplikasi (piranti lunak, Red) serta mengembangkan jaringan praktisi 'open source' di Asia," kata Manager international Open Source Network Asia-Pacific Development Information Programme (APDIP) UNDP, Sunil Abraham di Sukabumi, Jabar, Senin (22/1).

Para profesional TI dari berbagai LSM dan usaha kecil menengah tersebut akan bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pengembangan berbagai aplikasi berbasis 'open source' selama sembilan hari.

'Open source' sendiri diartikan sebagai piranti lunak yang sumber kodenya terbuka sehingga dapat dikembangkan atau dimodifikasi pihak lain atau diakses dengan gratis.

Ini membedakan dengan piranti lunak yang sumber kodenya bersifat rahasia sehingga orang lain hanya bisa mengaksesnya dengan membayar (proprietari) seperti Microsoft Windows, Photoshop dan lain-lain.

'Asia Source II' itu akan ditutup pada Selasa 30 Januari dengan memamerkan berbagai aplikasi open source hasil kreasi para praktisi tersebut. Sebelumnya, 'Asia Source I' pada 2005 digelar di Bangalore, India.

Pembukaan Asia Source II tersebut dihadiri Menristek Kusmayanto Kadiman, Praktisi TI dari ITB, Onno Purbo, Fran Boon dari Inggris, Farzaneh sarafraz dari Iran, Sayamindu Dasgupta dari India, Natasha Primo dari Afrika Selatan, Jamil Ahmed dari Bangladesh dan para praktisi lain dari berbagai organisasi 'open source'.

Menristek Kusmayanto yang menjadi pembicara pembuka pada acara tersebut, menyatakan rasa optimismenya terhadap perkembangan 'open source' baik di Indonesia, di Asia dan dunia.

"Pesan saya jangan membajak, pakailah yang legal, tetapi kalau tidak mampu membeli software dengan hak cipta, maka gunakan software yang berbasis 'open source', sekarang sudah banyak aplikasi gratis sekaligus legal," katanya.

Keunggulan berbagai aplikasi 'open source', ujarnya, adalah dikembangkan oleh siapa saja dan digunakan untuk siapa saja dengan bebas. (*/bun)