Direktur Kopsad, Budi Vrihaspati mengatakan di Jambi, Senin, bila pejabat dan anggota DPR telah melihat secara langsung kondisi mereka di lapangan, akan memahami apa yang mereka butuhkan, dan pola pembinaan atau bantuan yang tepat untuk diberikan.
Guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi SAD di Jambi yang kehidupannya kian terdesak akibat berkurangnya hutan tempat mereka menggantungkan hidup, perlu diterapkan program yang matang dengan melibatkan semua pihak.
Kehidupan SAD di Jambi kini sangat memprihatinkan, akibat terus berkurangnya hutan, sehingga sebagian dari mereka ada yang terpaksa meminta-minta dengan cara paksa di jalur lintas Sumatera (Jalinsum) pada setiap kendaraan yang melintas demi mempertahankan hidup.
Kondisi itu tidak bisa dibiarkan, dan pemerintah pusat maupun daerah dituntut lebih peduli, bila perlu melakukan program terpadu untuk membantu mereka.
Hal itu penting karena SAD juga warga negara Indonesia yang mempunyai hak dan perlakuan yang sama dalam berbagai bidang, yang selama ini dilupakan atau kurang diperhatikan.
Selama ini pejabat dan anggota DPRD hanya menerima laporan tanpa memahami langsung dan turun ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi, sehingga program yang dihasilkan belum mampu menyelesaikan masalah. (*/rsd)