< >

Inggris Kirim Tim Bantu Cari Pesawat Adam Air

Selasa, 23 Januari 2007 10:58
Kapanlagi.com - Pemerintah Inggeris mengirim sebuah kapal laut untuk membantu tim SAR Indonesia dalam mencari bangkai pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air yang hingga kini belum ditemukan sejak hilang pada hari raya tahun baru 1 Januari 2007.

"Mulai hari ini akan ada kapal Inggris yang akan membantu pencarian pesawat tersebut di perairan Selat Makassar," kata Kepala Basarnas, Bambang Karnoyudho di Makassar, Selasa.

Bambang tidak merinci jenis kapal dan teknologi yang dimilikinya, kecuali menyebutkan bahwa kapal itu adalah kapal sipil, bukan militer.

Armada-armada laut yan gkini dikerahkan untuk mencari pesawat yang raib bersama 102 penumpang dan awaknya itu kini fokus untuk menemukan badan pesawat serta kotak hitam (black box) berdasarkan lempegan-lempengan logam di dasar laut yang tertangkap sonar KRI Fatahillah, KRI Nala dan KRI Pulau Rupat.

Pencarian dipusatkan di perairan Sulawesi Barat karena berdasarkan serpihan-serpihan pesawat yang ditemukan dalam dua pekan terakhir, kuat dugaan bahwa pesawat itu jatuh di perairan sekitar Majene sampai ke Parepare, Sulsel.

Sementara itu, sejumlah personil Aircraft Accident Investigation Bureau (AAIB) of Singapura yang membantu pencarian melalui kapal riset (KR) Baruna Jaya dengan fokus mendeteksi Underwater Locator Beacon (ULB) telah meninggalkan Makassar menuju Singapura karena peralatan yang mereka bawa tidak mampu mendeteksi ULB black box pesawat tersebut hingga kedalaman 2000 meter dari permukaan laut (dpl).

Sedangkan KR Baruna Jaya akan dikerahkan untuk membantu pencarian bangkai kapal KM Senopati Nusantara.

"Hari ini akan mulai kita arahkan KR Baruna Jaya untuk membantu proses pencarian KM Senopati," ujar Bambang seraya menambahkan lokasi pencarian KM Senopati ini berada di sekitar perairan yang kedalamannya hanya sekitar 40-50 meter dari permukaan laut.

Sementara itu, Koordinator Tim SAR Gabungan, Eddy Suyanto mengatakan, tim SAR dalam proses pencarian pesawat Adam Air KI 574 rute Surabaya-Manado ini telah menemukan sebanyak 193 serpihan pesawat, 154 diantaranya sudah diindentifikasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan dinyatakan milik Adam Air serta 39 diantaranya belum berhasil diidentifikasi.

Serpihan-serpihan yang belum ter identifikasi KNKT itu diantaranya dua serpihan meja makan, 15 serpihan fiber, dua lempengan logam, satu gabus dan busa tempat duduk, plastik, tripleks, kotak ransum makanan (emergency ration), karet, kertas aluminium pelindung matahari serta jok dan elevator dek yang diduga milik pesawat Adam Air.

KRI Fatahillah sendiri, lanjutnya, dilaporkan telah menemukan sejumlah serpihan baru lagi di lautan namun belum diketahui secara pasti apakah benda tersebut telah diambil atau tidak.

"Kita sulit berkomunikasi dengan KRI tetapi menurut informasi yang diperoleh, KRI tersebut telah mengambil gambar/foto lempengan yang berada di laut," jelas Eddy. (*/rsd)