Sulsel Vaksinasi Unggas ‘Door To Door’
Kapanlagi.com - Pemprov Sulawesi Selatan yang ditetapkan menjadi salah satu dari beresiko flu burung akan menggelar gerakan vaksinasi unggas massal dengan cara pintu ke pintu (door to door) para peternak. "Kita saat ini baru melakukan upaya pencegahan flu burung dengan memeriksa unggas milik warga dari rumah ke rumah," jelas Gubernur Sulsel, Amin Syam di Makassar, Selasa. Hingga saat ini, katanya, pihaknya belum mengambil tindakan untuk memusnahkan unggas seperti yang dilakukan di Jakarta dan juga belum mengelaurkan larangan memelihara unggas di lokasi permukiman. "Kita belum ambil tindakan dan kebijakan seperti di DKI itu meski Sulsel juga menjadi salah satu dari sembilan provinsi yang dilarang beternak unggas di kompleks permukiman. Kami baru mau rapat dengan seluruh bupati dan walikota untuk merumuskan langkah-langkah apa saja yang akan diambil dalam mencegah virus flu burung di dasrah ini," ujarnya. Amin Syam mengaku tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan memerintahkan para bupati/walikota untuk menidaklanjutinya. "Kondisi di Jakarta dengan Sulsel berbeda, otomatis kebijakan-kebijakan yang diterapkan pun tidak bisa sama, tetapi tujuannya sama yakni mencegah virus ini menyebar di masyarakat," kata Amin dan menambahkan bahwa upaya pencegahan virus flu burung di Sulsel mendapat bantuan UNICEF. Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah mendatangi para peternak dan meminta mereka membersihkan kandangnya dengan baik, melakukan vaksinasi serta penyemprotan (bio security) terhadap ternak unggas milik warga, dengan prioritas pada peternak di sekitar pemukiman. Pemprov Sulsel telah menyebarkan sebanyak 13 juta dosis vaksin anti virus flu burung dan sedang mengupayakan tambahan dari pusat. "Idealnya kita butuh sebanyak 25 hingga 30 juta dosis vaksin dan itu sudah diminta kepada pemerintah," jelas Amin dan menambahkan bahwa dana pencegahan virus flu burung ini diambil dari anggaran kesehatan dan peternakan tahun 2007 sebesar Rp2 miliar. (*/rsd) |