"Sudah banyak program pelatihan yang kita lakukan untuk memberdayakan mereka yang miskin, tidak punya pekerjaan dan juga putus sekolah," kata Kasi Evaluasi Subdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Depdiknas Supriyanto di Jakarta, Selasa (23/1).
Supriyanto mengatakan hal tersebut ketika membuka pelatihan 'Teknik Las dan Gulung Dinamo', yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Mutia, sebuah yayasan yang berada di bawah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Menurut dia, Depdiknas sejak dulu juga memiliki program 'magang' bagi mereka yang berusia produktif antara 16-44 tahun dan yang tidak memiliki pekerjaan atau putus sekolah dididik dan dilatih dalam suatu program pendidikan dan pelatihan.
"Mereka yang ikut program pelatihan ini akan dilatih secara gratis dan diarahkan. Mereka juga diberi peralatan dan pengajaran yang berjalan selama lima tahun," katanya.
Karena itu, Supriyanto meminta para peserta pelatihan yang telah terpilih untuk memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Kalau ragu-ragu maka sebaiknya mundur saja dari sekarang, jangan sampai putus di tengah jalan, supaya segera ada penggantinya," katanya.
Sementara itu, salah seorang pengurus yayasan yang juga Ketua LDII Kodya Jakarta Barat Munzir Nur Ahmad mengatakan, pihaknya mendapat bantuan dana dari Depdiknas sebesar Rp100 juta yang kemudian digunakan untuk program pelatihan bagi para pengangguran dan remaja putus sekolah.
"Untuk tahap pertama ini kami menerima 40 siswa yang akan dilatih sampai mereka bisa mandiri," katanya.
Setelah mendapat pelatihan tersebut, katanya, para peserta diharapkan bisa mendapat pekerjaan sesuai dengan bidang yang digelutinya atau membuka bengkel usaha sendiri. (*/bun)