< >

'Gila Belanja' Akibatkan Kebangkrutan di Hongkong

Rabu, 24 Januari 2007 06:25
Kapanlagi.com - Kecanduan berbelanja menjadi penyebab bagi lebih dari setengah perkara kebangkrutan di Hongkong. Data statistik dipublikasikan hari Selasa (23/1) menyebutkan lebih dari 600 (sekitar 59 persen) perkara kebangkrutan di Hongkong dihubungkan dengan belanja secara berlebihan pada 2004, naik dari masa sebelumnya, hanya 319 perkara kebangkrutan akibat 'gila belanja'.

Data tersebut disusun Pusat Utang Keluarga Anggaran Sehat, yang juga menemukan bahwa sekitar setengah dari yang meminta bantuan ternyata adalah laki-laki. Perempuan cenderung membeli pakaian dan sepatu, sedangkan laki-laki menghabiskan banyak pengeluaran untuk paket kebugaran atau menraktir teman.

Klinik Penyimpangan Suasana Hati Hongkong, yang menyediakan penyembuhan untuk orang kecanduan belanja, juga mengakui terdapat peningkatan pebelanja kompulsif, sebagaimana dikutip dari harian South China Morning Post, Selasa (23/1).

Direktur klinik tersebut, Lee Sing, mengemukakan, pada 10 tahun lalu, masalah tersebut belum ada, namun kini setidak-tidaknya setiap bulan ada satu orang minta disembuhkan dari kecanduan belanja.

Hongkong, yang dikenal sebagai surga belanja, membuat pencandu belanja dalam godaan sangat sulit.

"Tidak butuh waktu lama untuk pergi ke mal menggunakan angkutan umum. Bagi yang kecanduan belanja, keadaan ini tidak ubahnya dia dikelilingi setan," katanya.

"Tingkat kecanduan mereka makin parah ketika mereka berbelanja untuk melupakan kesedihan. Tapi, cara itu hanya penyembuhan jangka pendek dan justru makin membuat mereka makin tertekan," katanya.

Pada awal bulan ini, seorang perempuan Hongkong di pengadilan mengaku menggunakan kartu kredit rekannya untuk belanja senilai 7.500 dolar Amerika Serikat (67,5 juta rupiah), karena tidak dapat mengendalikan hasrat belanjanya. (*/boo)