< >

Ratusan Penumpang Penataran 704 Dipindahkan ke KA 701

Rabu, 24 Januari 2007 11:20
Kapanlagi.com - Ratusan penumpang kereta api Penataran, jurusan Blitar-Surabaya dengan nomor pemberangkatan 704 dipindahkan ke kereta api lainnya, menyusul anjloknya empat gerbong kelas ekonomi di emplasemen Stasiun Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu pagi.

"Semua penumpang kereta api Penataran 704 kami pindahkan ke kereta api Penataran 701, untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Surabaya," kata Kepala Stasiun Kesamben, Ngali.

Menurut dia, beberapa saat setelah Penataran 704 anjlok di jalur dua Stasiun Kesamben sekitar pukul 05.15 WIB, datang Penataran 701 dari arah Malang menuju Stasiun Blitar.

"Kereta Penataran 701 ini kami perintahkan kembali ke Surabaya melalui Malang untuk mengangkut penumpang Penataran 704 yang anjlok di Stasiun Kesamben," ujarnya.

Sedang para penumpang Penataran 701 terpaksa menggunakan bus dari Kesamben untuk melanjutkan perjalanan ke Blitar dan daerah-daerah di sekitarnya.

Ngali menambahkan, peristiwa anjloknya KA Penataran 704 itu tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta api lainnya, karena jalur utama di Stasiun Kesamben masih bisa dilalui.

"Kalaupun KA Eksekutif Gajayana dari Jakarta tujuan Malang itu terlambat masuk di Kesamben, bukan karena anjloknya Penataran ini, tapi memang sudah terlambat sejak dari arah barat," ujarnya.

Menurut dia, KA Eksekutif Gajayana masuk di Stasiun Kesamben pukul 09.22 WIB, atau terlambat sekitar dua jam dari jadwal semula.

Demikian halnya dengan kereta kelas ekonomi Matarmaja jurusan Malang-Jakarta Pasar Senen mengalami keterlambatan lebih dari dua jam.

Sementara itu, Kepala Distrik Jalan dan Rel Blitar, Abdul Aziz, menyatakan, penyebab anjloknya KA Penataran 704 itu lantaran kondisi rel dan bantalan yang sudah tua.

Apalagi, menurut dia, jalur dua Stasiun Kesamben jarang dilalui kecuali hanya untuk persilangan, termasuk ketika peristiwa ini terjadi KA Penataran 704 sedang menunggu persilangan dengan KA Penataran 701.

Perbaikan rel kereta itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan jam, karena peralatan yang digunakan bersifat manual, termasuk dongkrak untuk mengangkat roda kereta kembali ke atas rel seperti semula.

"Mungkin baru jam 14.00 WIB nanti perbaikan ini selesai semuanya," ucap Abdul Aziz di sela-sela memimpin tim perbaikan. (*/rsd)


BERITA TERKAIT