< >

Keluarga Korban Tolak Santunan Sebelum Jenazah Ditemukan

Rabu, 24 Januari 2007 11:39
Kapanlagi.com - Beberapa keluarga korban pesawat Adam Air KI 574 yang hilang sejak 1 Januari 2007 menolak dana santunan Rp500 juta yang disediakan maskapai penerbangan sebelum jenazah para penumpang ditemukan.

"Kami belum mau memikirkan apalagi menerima dana santunan itu sebelum keluarga kami ditemukan jasadnya," kata Wsly (36), salah seorang keluarga korban saat ditemui di Hotel Transit II Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu.

Ia meminta kepada pemerintah untuk tetap melanjutkan pencarian pesawat tersebut hingga bangkai pesawat dan jazad pra penumpangnya ditemukan sepeerti yang dijanjikan Wapres HM Jusuf Kalla.

Wesly mengatakan, santunan senilai Rp500 juta itu tidak akan bisa menggantikan nyawa orang-orang yang mereka cintai bahkan dia menganggap santunan yang akan diberikan sebelum kerabat mereka ditemukan merupakan bentuk pelecehan, seolah-olah uang Rp500 juta itu untuk `membeli` nyawa orang-orang mereka cintai.

Menurut dia, adanya rencana pemerintah yang akan membatasi masa pencarian pesawat Adam Air Boeing 737-400 yang hingga saat ini belum ditemukan, membuat dirinya bersama sejumlah keluarga penumpang lain menjadi khawatir dan merasa tidak tenang sebelum mengetahui secara pasti nasib kerabat mereka yang berada dalam pesawat itu.

"Kami hanya menuntut komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan pencarian tanpa batas waktu dan dana," jelas warga asal Manado ini.

Dia menuturkan, kalaupun pemerintah bermaksud menghentikan pencarian pesawat Adam Air yang mengangkut sebanyak 102 penumpang termasuk enam awaknya dengan alasan finansial, Wesly meminta agar pemerintah tidak menaikkan tunjangan para anggota para dewan. Ia menilai, disaat masyarakatnya tertimpa berbagai musibah yang butuh dana untuk membantu mereka, pemerintah justeru sibuk membicarakan masalah kenaikan tunjangan anggota dewan.

Padahal, lanjutnya, dana untuk membayar rapel kenaikan tunjangan dewan itu dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi berbagai bencana yang terjadi di tanah air. Hal senada dikatakan keluarga korban lainnya, Samuel yang telah berada di Makassar sejak tanggal 2 Januari 2007.

Menurut dia, sejumlah keluarga korban lainnya tetap akan menagih janji pemerintah untuk melanjutkan pencarian sesuai dengan komitmen yang pernah dilontarkan Wapres. Yang jelas, lanjutnya, sampai kapan pun, pencarian harus tetap dilaksanakan hingga bodi dan penumpang pesawat ditemukan.

Samuel pun mengaku belum bisa menerima tawaran santunan Rp500 juta untuk para keluarga korban pesawat Adam Air yang ditinggalkan sebelum ada kepastian mengenai kerabat mereka yang menumpang di pesawat nomor penerbangan KI 574 rute Surabaya-Menado ini. (*/rsd)