Kepala Humas Undip Semarang, Adi Nugroho, di Semarang, Rabu, menjelaskan, pembiayaan pembangunan kampus terpadu di atas lahan seluas 216 hektare tersebut berasal dari pinjaman Bank Pembangunan Islam (IDB) sebesar 33 juta US$ dan dana pendamping dari Bappenas sebanyak Rp7,25 miliar
Pembangunan kampus terpadu lanjutan di Tembalang itu diharapakan bisa dimulai April 2007 dan selesai dua hingga tiga tahun mendatang. Karena Undip belum menjadi perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), pinjaman sebesar itu nantinya bukan melulu tanggungan Undip, melainkan pemerintah.
"Paling lambat tahun 2009 sudah mulai memindahkan gedung perkuliahan program studi ilmu sosial ke kampus Tembalang dari Pleburan," kata Adi yang akhir tahun lalu meraih gelar doktor Ilmu Komunikasi di Unpad Bandung itu.
Gedung perkuliahan yang saat ini masih di Pleburan yaitu FISIP, Fakultas Hukum Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Sastra, sedangkan sebagian besar program studi ilmu eksakta, kecuali Fakultas Kedokteran, sudah dipindahkan ke kampus Tembalang.
Selaian mendirikan sejumlah gedung perkuliahan, Undip juga membangun asrama mahasiswa dan University Teaching Hospital (semacam rumah sakit milik universitas) di Tembalang, yang berfungsi untuk menunjang perkualiahan dan praktik mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip.
"Kelak, kampus Undip di Pleburan hanya untuk program studi pascasarjana, ekstensi, diploma, dan program nonreguler," kata Adi Nugroho.
Menurut skema pengucuran pinjaman, dana sebesar Rp360 miliar itu akan diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dikucurkan sebanyak 15 % pada 2006, tahap kedua sebesar 50 % tahun 2007, dan 35 % sisanya pada 2008.
Bila pada tahun 2008 University Teaching Hospital bisa difungsikan, Undip merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang memiliki rumah sakit universitas yang bisa digunakan untuk pelayanan umum dan kegiatan akademik mahasiswa kedokteran.
Berdasarkan peringkat program studi S1 yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk PTN pada 2005, Undip menduduki peringkat ketiga di bawah UGM dan UI. Undip juga masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia versi majalah Times tahun 2006. (*/rsd)