< >

Inkoptan:Target Produksi Beras Dua Juta Ton Terlambat

Rabu, 24 Januari 2007 15:10
Kapanlagi.com - Target pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan sebesar 2 juta ton pada 2007 sebagaimana dicanangkan Presiden 8 Januari 2007 dinilai terlambat.

Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani dan Nelayan (Inkoptan), Suryo Bawono di Jakarta, Rabu menyatakan, karena peningkatan produksi 2 juta ton dicanangkan pada Januari maka baru bisa dilaksanakan pada Musim Tanam (MT) April mendatang.

"Seharusnya pencanangannya dilakukan pada September 2006 lalu bersamaan masuknya MT 2006/2007 periode Oktober-Maret," katanya.

MT 2007 yang berlangsung April-September jatuh pada musim kemarau yang produksinya lebih rendah dibanding MT musim rendengan sehingga perlu dilakukan kerja keras untuk menggenjot produksinya.

Kendala yang dihadapi pada musim kemarau, tambahnya, yakni pada penyediaan air sementara di sisi lain untuk mengadakan pengairan yang baik tidak cukup hanya dalam waktu satu bulan.

Senada dengan hal itu Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalah (KTNA), Winarno Tohir menyatakan kekuatirannya terhadap target peningkatan produksi pangan sebanyak 2 juta ton setara beras pada 2007.

Hal itu, menurut dia, karena cuaca maupun iklim yang terjadi saat ini tidak bersahabat untuk proses tanam seperti yang terjadi pada 1997 yang menimbulkan kemarau panjang.

Namun demikian Winarno menyatakan, untuk mencapai target peningkatan produksi tersebut harus didukung sejumlah faktor seperti ketersediaan air yang cukup melalui perbaikan irigasi yang saat ini sudah banyak yang rusak.

Ketersediaan pupuk kimia dan pupuk alternatif secara enam tepat serta benih berlabel selain itu melibatkan organisasi tani mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.

Dia menyayangkan program peningkatan produksi pangan 2007 tersebut tidak melibatkan petani dalam pengambilan keputusannya baik ditingkat pusat hingga pemerintah daerah dari Gubernur hingga kecamatan (Posko I-IV).

"Baru pada Posko V atau tingkat desa organisasi KTNA dilibatkan. Seharusnya sejak dari Posko I organisasi tani dilibatkan dalam pengambilan keputusan," katanya.

Menurut dia, program peningkatan produksi padi sebanyak 2 juta ton setara beras atau sekitar 3,5 juta ton gabah kering giling (GKG) tahun 2007 harus dilakukan secara serempak antara pemerintah dengan petani. (*/rsd)