Warga Nilai Rumah Bantuan BRR Asal Jadi

Kapanlagi.com - Warga korban gempa dan tsunami, Desa Klieng Muriya, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, menilai ratusan unit rumah bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias dibangun asal jadi dan sebagian besar di antaranya tidak sesuai dengan bestek.

"Bapak (wartawan) bisa saksikan sendiri fondasi rumah yang dibangun itu apakah sesuai dengan bestek atau tidak. Sulit bagi kami untuk menerimanya karena dibangun asal jadi, dikhawatirkan rubuh saat gempa," kata Mustajir, warga Desa Klieng Muriya, di Banda Aceh, Rabu.

Ia menyebutkan, sekitar 200 unit rumah permanen tipe-36 akan dibangun pihak rekanan dengan dana bersumber dari BRR Aceh-Nias dan akan diperuntukkan bagi korban tsunami yang saat ini masih menempati barak hunian sementara (huntara) di desa ini.

Dicontohkan, fondasi yang sedang dikerjakan itu memiliki ketinggian antara 30 hingga 40 sentimeter, sementara tingginya berdasarkan bestek mencapai 95 sentimeter.

"Apakah ini bentuk rumah tahan gempa menurut BRR," tanya korban tsunami itu.

Selain itu, Mustajir, menjelaskan, desain gambar detail fondasi itu terlihat ada rangkaian tiang besi yang dicor dengan kedalaman mencapai sekitar 40 sentimeter. Namun kenyataannya itu tidak dilakukan pihak rekanan.

Pembangunan 50 unit rumah warga korban tsunami di desa tersebut melibatkan lima kontraktor, masing-masing PT RJ, CV LJ, PT RSB dan PT GUS, ujar dia.

Untuk itu, Mustajir, berharap pihak BRR Aceh-Nias agar menurunkan tim untuk mengecek sendiri pekerjaan dari para rekanan. "Jangan sampai rumah itu selesai, namun kualitasnya sangat buruk dan dikhawatirkan korban tsunami akan menerima bencana tertimpa rumah saat gempa," ujarnya.

Para pekerja rekonstruksi, mengatakan mereka mengerjakan bangunan tersebut sesuai dengan arahan lapangan yang diberikan pihak mandor.

"Kami bekerja sesuai dengan arahan mandor lapangan," tambahnya. (*/rsd)

©2003-2007 KapanLagi.com