Masalah HIV/AIDS itu merupakan problem yang sensitif karena menyangkut persoalan kemanusiaan, kata Dubes Lynn. Selama di Papua selain berkunjung ke Jayapura, juga ke Timika, Kabupaten Mimika.
Dikatakannya, masalah penyebaran HIV/AIDS sudah merupakan tragedi kemanusiaan yang besar di seluruh dunia sehingga negaranya bersama negara lain berupaya menanggulangi penyebaran penyakit tersebut.
Penyakit ini sangat mudah menular sehingga di beberapa negara penyebarannya sulit ditangani .
Dubes Lynn, selama berada di Jayapura juga berkesempatan meninjau klinik Konseling dan Testing Sukarela ( VCT) di Puskesmas Jayapura Utara dan mendapat penjelasan tentang perkembangan HIV/AIDS di Papua.
Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Alex Hesegem usai mendampingi Dubes Lynn kepada ANTARA mengatakan, Pemerintah Daerah ( Pemda) Papua senantiasa siap membantu penanganan program pencegahan HIV/AIDS, baik berupa dana maupun fasilitas.
Pemda Papua akan mendukung semua kegiatan untuk menanggulangi penyebaran virus yang hingga saat ini belum ada obatnya, tegas Wagub Alex Hesegem.
Wagub juga mengatakan, Dubes AS itu berjanji akan membantu kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di Papua karena ada kekhawatiran bahwa Papua akan sama dengan Afrika dimana banyak orang meninggal karena HIV/AIDS.
Bantuan yang akan diberikan itu nantinya juga berupa tenaga ahli. Hingga bulan September 2006 di Papua tercatat 2.770 orang terinfeksi HIV/AIDS dan 119 orang diantaranya terdapat di Kota Jayapura. (*/rsd)