Pasukan dalam satu misi pengintaian menemukan satu goa yang tertutup oleh daun-daun tebal di luar kota Tagbina, pulau Mindanao, Filipina selatan, kata satuan lapangan dalam sebuah laporan kepada Panglima Angkatan Darat Letjen Romeo Tolentino.
Goa itu diperkirakan merupakan pangkalan pemberontak Tentara Rakyat Baru (NPA) yang dipimpin Jorge Madios, seorang pemimpin penting partai komunis.
Pemberontak meninggalkan goa itu setelah pertempuran seru, Rabu, kendatipun tidak ada segera laporan jumlah korban di masing-masing pihak.
Goa itu adalah pabrik amunisi dan tempat pembuatan bom terbesar dan depot NPA yang pernah jatuh ke tangan pasukan pemerintah, kata militer.
Di dalam goa itu ada 42 kotak plastik bahan peledak superdyne yang dapat memproduksi sekitar 220 ranjau darat seberat delapan kilogram dan 18 bom, kata pernyataan militer.
Senapan-senapan, sebuah granat berpeluncur roket, lempengan senjata-senjata anti tank, sebuah mesin untuk mengisi amunisi dan kabel-kabel peledak juga disita, katanya. Sekitar 100 kotak bahan dinamit juga ditemukan di goa itu, katanya.
NPA yang beranggotakan 7.000 orang adalah sayap militer Partai Komunis Filipina. Mereka melancarkan pemberontakan Maois sejak tahun 1968, adalah salah satu dari pemberontak komunis terlama di Asia.
Kedua kelompok itu masuk dalam dalam daftar organisasi terorisi asing Departemen Luar Negeri AS. (*/bun)