R.S. Sharma, chirman dan direktur pelaksana ONGC dan presiden perusahaan Rusia yang dikelola negara Sergey Bogdanchikov menandatangani pakta tersebut, kedua perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Terdorong oleh kemitraan yang positif di Proyek Sakhalin-I, Rosneft Oil Company dan ONGC telah memutuskan untuk memperluas hubungan mereka," pernyataan itu menambahkan.
Penandatanganan kesepakatan itu muncul pada hari pertama dari dua hari kunjungan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin ke India yang haus energi yang berpacu untuk mendapatkan sumber bahan bakar baru guna menopang ekonominya yang sedang booming.
Persetujuan itu merintis jalan menuju penawaran bersama terhadap aset minyak dan gas, proyek pengilangan dan pemasaran di India, Rusia dan bagian lain di dunia.
Kedua perusahaan itu juga akan mengeksplorasi kemungkinan besar eksplorasi, produksi, transportasi dan ekspor hidrokarbon.
ONGC dan Rosneft sudah bermitra dengan raksasa energi AS Exxon Mobil Corp di proyek Sakhalin-I dimana perusahaan India itu menguasai 20 persen saham yang menghasilkan 2,4 juta ton minyak mentah per tahun.
Rosneft dan ONGC juga sepakat untuk secara bersama-sama mengeksplorasi opsi untuk berpartisipasi dalam proyek pengilangan dan pemasaran ritel di India.
Bogdanchikov mencatat tingginya potensi pasar India seraya mengatakan "akan menjadi ideal untuk mencocokkan produksi Rusia yang meningkat dengan pasar India yang meningkat melalui usaha patungan yang terdedikasikan.
ONGC ingin sekali bermitra dengan Rosneft untuk mendapatkan 20 % saham di proyek Sakhalin-3 di timur jauh Rusia, serta aset-aset lain.
India mengkonsumsi 2,5 juta barel minyak per hari dimana hampir 70 % diimpor. Kedua negara telah mengatakan minyak dan gas merupakan bidang kerjasama alami antara dua bekas sekutu Perang Dingin. India telah mengatakan pihaknya menginginkan partisipasi lebih besar di pasar energi Rusia yang besar.
"Terdapat kecocokan yang jelas antara permintaan India dan sumber daya Rusia," Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Rabu dalam surat kabar Rusia Izvestia. (*/rsd)