Alexei Miller dan direktur Lembaga Sumber-sumber Alam dan Energi Jepang, Harufumi Mochizuki selain melakukan pembicaraan juga menandatangani perjanjian kerjasama.
"Atensi pertama adalah keinginan untuk menarik investasi Jepang dan juga teknologi dan pengembangan kilang gas, pengembangan ilmu kimia dan juga permesinan," tulis pernyataan itu.
Jepang "mengkonfirmasikan minatnya dalam penciptaan sebuah sistem konsultasi reguler dengan Gazprom," juru bicara untuk kedutaan Jepang mengatakan seperti dikutip kantor berita Itar-Tass.
"Jepang mengharapkan kerjasama dengan Gazprom tersebut , yang menjadi pemegang saham utama dalam proyek Sakhalin-2, kondisi pasokan gas alam cair (LNG) ke Jepang dijamin stabil," kata pejabat itu lagi.
Gazprom yang dikontrol pemerintah itu bulan lalu membeli 50 persen plus satu saham dalam proyek gas dan minyak Sakhalin - 2 di timur jauh Rusia yang juga meliputi kelompok minyak Inggris-Belanda Shell serta dua perusahaan Jepang.
Jepang sebenarnya tidak mempunyai cadangan energi dan negara itu sedang berupaya mengalihkan ke gas alam untuk kebutuhan energinya. Negara itu mengimpor sekitar 96 persen gas alam untuk konsumsi, demikian menurut angka resmi Jepang. (*/rsd)