< >

Gubernur BI: Perbankan Harus Lebih Kreatif Dalam Salurkan Kredit

Jum'at, 26 Januari 2007 21:11
Kapanlagi.com - Dunia perbankan Indonesia diharapkan untuk lebih kreatif, inovatif, proaktif, dan antisipatif dalam menyalurkan kredit pada tahun 2007 ini, kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah.

"Persoalan perekonomian Indonesia bukan karena kekurangan uang, namun lebih pada terbatasnya akses dan masih besarnya risiko yang harus ditanggung untuk menggunakan uang," katanya di Semarang, Jumat (26/1).

Menurut dia, perlu adanya peninjauan kembali tentang aturan perundangan, tanpa harus merubah sistem yang ada. Ia mengungkapkan, saat ini terdapat dana tidak tersalurkan yang besarnya mencapai Rp235 triliun, dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

"Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai sekitar Rp300 triliun pada akhir tahun 2007 jika tidak ada langkah untuk memanfaatkannya," tambahnya.

Ia menerangkan, berdasarkan berbagai rencana bisnis perbankan Indonesia yang diterima oleh BI, kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit pada tahun 2007 ini berkisar antara 15-20 persen.

Ia menjelaskan, berbagai sektor yang tidak tergarap oleh perbankan, biasanya merupakan sektor yang banyak memberikan sumbangan bagi penciptaan lapangan kerja.

"Beberapa sektor yang masih belum tergarap misalnya sektor pertanian, kelautan, UMKM," katanya.

Tahun 2007 ini, lanjut dia, BI diharapkan dapat menjadi pusat informasi berbagai jenis bisnis yang ada di Indonesia. Menurut dia, BI akan menampung dan menyediakan berbagai informasi bisnis di Indonesia yang masih bisa dikembangkan. (*/boo)


BERITA TERKAIT