< >

Tim SAR Hentikan Pencarian Pesawat Adam Air

Sabtu, 27 Januari 2007 10:12
Kapanlagi.com - Koordinator Tim SAR Gabungan pencarian pesawat Adam Air KI 574, Marsekal Pertama Eddy Suyanto mengatakan, pencarian pesawat Adam Air yang hilang sejak 1 Januari 2007 telah dihentikan karena kotak hitam (black box) pesawat telah diketahui keberadaannya.

"Pencarian pesawat Adam Air kini sudah dihentikan. Semua kekuatan tim SAR telah ditarik karena lokasi kotak hitam telah ditemukan. Langkah-langkah selanjutnya seperti rencana mengangkat kotak hitam yang berada di dasar laut akan dilakukan pemerintah bersama pihak maskapai Adam Air," katanya kepada pers di Lanud Hasanuddin Makassar, Jumat.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses evakuasi para korban sangat kecil kemungkinan untuk dilakukan karena tidak ada jasad manusia yang ditemukan.

"Tidak ada orang yang ditemukan sama sekali, hanya rambut," jelas Eddy yang juga Komandan Lanud Hasanuddin ini.

Menurut dia, pihaknya telah mengetahui bahwa USNS Mary Sears telah berhasil mendeteksi sinyal kotak hitam pesawat Adam Air di Perairan Majene, Sulawesi Barat pada Senin (21/1) namun dia tidak berani membeberkan temuan itu sebelum memiliki data-data yang lengkap.

Towed Pinger Locator (TPL) 40 dan side scan sonar milik Amerika Serikat yang digunakan Mary Sears dalam menindaklanjuti temuan KRI Fatahillah dan KRI Nala di perairan Majene berhasil mendeteksi flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) serta serpihan logam yang diduga badan pesawat Adam Air.

Eddy menjelaskan, FDR pesawat ini ditemukan pada titik 03.41.02 LS - 118.08.53 BT dengan kedalaman 2000 meter, sedangkan CVR berada pada titik koordinat 03.40.22 LS - 118.09.16 BT dengan kedalaman 1900 meter.

Dengan menggunakan peralatan side scan sonar, ditemukan pula banyak serpihan-serpihan logam yang diduga merupakan bagian dari badan pesawat Adam Air yang mengangkut 102 penumpang dan awaknya ini.

Serpihan-serpihan logam tersebut, kata Eddy, berada pada titik koordinat 03.40.12 LS - 118.04.12 BT, 03.40.30 LS - 118.09.30 BT, 03.41.06 LS - 118.09.06 BT dan 03.40.42 LS - 118.08.42 BT.

Dari beberapa seprihan logam yang berhasil terdeteksi, terdapat serpihan yang diduga milik pesawat Adam Air dalam ukuran terbesar dibanding serpihan-serpihan logam sebelumnya dengan ukuran panjang 2.23 meter, lebar 1,05 meter dan tinggi 0,55 meter pada kedalaman 1.976 meter. (*/rsd)