Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Syaifullah Yusuf usai membuka Rapat Pimpinan Harian Nasional (Rapimhanas) ICMI Muda di Makassar, Jumat, mengatakan, bantuan itu akan digunakan untuk penyediaan fasilitas yang dpat mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan.
Ia memberi contoh, sekitar 10.000 desa di Indonesia belum memiliki aliran listrik sehingga desa-desa itu sulit berkembang karena tidak bisa mengakses informasi mengenai hal-hal yang mereka bisa terapkan dalam mengembangkan diri dan memanfaatkan potensi yang ada di daerah mereka.
"Kalau mereka bisa menyerap banyak informasi mengenai bagaimana bercocok tanam yang baik dan produktif melalui televisi atau radio, mereka akan bisa lebih maju," ujarnya.
Sebab itu lanjutnya, pada tahun 2007 ini, pihaknya berencana membangun pembangkit listrik sederhana di suatu tempat tertentu dengan memanfaatkan aliran air sungai.
Syaifulah juga mengatakan bahwa penduduk Indonesia rata-rata pendidikannya masih rendah. Ada sekitar dua juta penduduk Indonesia yang hanya tamatan SD atau sederajat.
Pada umumnya, mereka yang tidak dapat melanjutkan sekolah itu berada di kawasan daerah tertinggal seperti Kawasan Timur Indonesia. (*/rsd)