< >

SM Britama Juara Turnamen A Mild IBL 2007

Senin, 29 Januari 2007 08:59
Kapanlagi.com - Tim bola basket Satria Muda Britama Jakarta sukses meraih gelar juara Turnamen Bola Basket A Mild IBL 2007 setelah di final mengalahkan Panasia Garuda Bandung dengan skor 60-49 di GOR C-Tra Arena Cikutra Kota Bandung, Minggu.

Kemenangan itu bagi SM Britama sangat fantastis karena diraih di kandang Panasia Garuda yakni di Kota Bandung.

Meski mendapat tekanan dari sekitar 5.000 penonton di GOR C-Tra Arena yang lebih mendukung Panasia, namun Ronny Gunawan dkk membuktikan kelasnya sebagai tim yang matang dan diunggulkan mendominasi kompetisi IBL reguler tahun 2007 ini.

Selain mengantarkan timnya, SM Britama, meraih gelar juara, Ronny Gunawan juga tampil sebagai Pemain Terbaik pada turnament Pra Kompetisi A Mild IBL 2007 itu. Ronny tampil memukau pada final dengan membukukan 12 poin, enam rebound serta dua assist dan berhak atas uang senilai Rp2,5 juta.

"Kami berusaha tampil konsisten, kondisi para pemain tetap fight meski tampil dikandang Panasia. Hasil ini memotivasi untuk meraih target sesungguhnya pada kompetisi IBL tahun ini," kata Pelatih SM Britama, Victor Rorring.

Pada pertandinga final, SM Britama sekaligus mengukuhkan sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan di turnamen itu.

Para pemain SM Britama memperlihatkan mental juara meski berlaga di hadapan mayoritas pendukung lawannya. Dengan starter Faisal J Ahmad, Youbel Sondakh, Denny Sumargo, Ronny Gunawan dan Welyanson Situmorang, tim SM Britama langsung `tancap gas` dalam pengumpulan angka hingga 11-1.

Sebaliknya, Panasia Garuda tampil kurang greget. Play makker Kelly Purwanto tampil kurang fit akibat cedera. Akibatnya permainan Panasia tidak berkembang dan cenderung di bawah kontrol permainan SM Britama yang melejit dengan selisih poin mencolok,

Pemain lainnya seperti Cokorda Raka, Octoviano, Agustinus Sigar dan Gagan Rachmat juga kurang berkembang dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga kehilangan bola dalam melakukan rebound maupun saat melakukan serangan. Kuarter pertama Panasia tertinggal 26-11.

Memasuki kuarter kedua, Panasia mengganti play makker. Kehadiran Firmansyah sebagai play makker Panasia, meningkatkan kualitas permainan tuan rumah. Panasia mencetak 19 poin dan SM Britama 16 poin sehingga kuarter kedua berakhir dengan skor 32-42 untuk SM Britama.

Jarak angka yang terlalu lebar membuat para pemain Panasia harus bekerja keras dan menguras keringat dengan permainan cepat. SM meladeni dengan permainan sedikit keras untuk membuyarkan konsentrasi lawannya sehingga terjadi beberapa kali terjadi pelanggaran. Pada kuarter ketiga SM tetap memimpin dengan 54-41.

Pertandingan berlangsung lebih cepat pada kuarter keempat. Panasia yang mencoba memperbanyak tembakan tiga angka melalui Firmansyah dan Agustunus Sigar untuk mengejar point Britama.

Namun upaya para punggawa Panasia itu lebih banyak gagal gagal membuahkan poin akibat presure yang begitu ketat dari para pemain SM yang akhirnya menutup pertandingan final itu dengan skor akhir 49-60.

Dengan hasil itu, SM Britama menjadi Juara Turnament A Mild IBL 2007, Panasia harus puas di posisi runner up. Sementara Aspac Putra Riau merebut juara ketiga.

Seusai pertandingan, Assisten Pelatih Panasia, Johanis Winar mengatakan, permainan final berlangsung cukup bagus namun ia mengakui timnya `kalah start` pada kuarter pertama sehingga selisih pengumpulan angka begitu lebar.

"Kami kehilangan kunci untuk memenangkan pertandingan pada kuarter pertama, jarak angka begitu lebar. Kami akui SM Britama tampil sangat konsisten sepanjang pertandingan," kata Johanis Winar. (*/cax)