"Kontrak ini adalah proyek terbesar dalam kaitan dengan investasi dan volume gas yang dikonversi ke LNG," kata Kepala National Iranian Oil Company (NIOC), Gholam Hossein Nozari.
Namun ia menambahkan bahwa keputusan akhir dari investasi, yang melibatkan dana 10 miliar dolar itu akan dibuat pada akhir tahun 2007.
"Pekerjaan hulu dari fase 13 dan 14 (lapangan minyak South Pars) akan dilakukan dalam aturan pembelian kembali," kata Nozari.
Ia menambahkan bahwa perusahaan Inggris-Belanda, shell dan Repsol masing-masing akan memiliki 25% saham sedangkan Iran tetap menguasai 50 % saham dalam proyek yang memproduksi 16 juta ton LNG per tahun itu.
Melalui sistem itu Iran melarang perusahaan asing mengambil saham modal dalam sektorminyak dan gas bumi (migas).
Sebagai gantinya, Iran membolehkan perusahaan asing untuk mengembangkan proyek dalam periode tertentu, dimana sesudahnya mereka dibayar oleh pemerinah dengan harga pasar.
Iran menduduki peringkat kedua dalam cadangan gas alam, setelah Rusia tetapi menghadapi masalah dalam pengembangan ladang-ladang migasnya. (*/rsd)