Koordinator Tim SAR Gabungan (SAR Mission Coordinator/SMC), Marsekal Pertama Eddy Suyanto di Makassar, Senin, mengemukakan, tabur bunga tersebut merupakan agenda tim SAR pasca ditemukannya lokasi jatuhnya pesawat yang hilang sejak 1 Januari 2007 ini.
Rencananya, tabur bunga akan dilakukan Selasa (30/1) dengan menggunakan kapal berkapasitas besar yang dapat mengangkut sejumlah keluarga korban yang ingin ikut dalam upacara tersebut.
"Kita akan menggunakan kapal TNI-AL yang didatangkan dari Surabaya," jelas Eddy seraya berharap agar program tersebut berjalan dengan lancar.
Sebelum acara tabur bunga digelar, lanjut Dan Lanud Hasanuddin Makassar ini, pihaknya akan bertatap muka dengan anggota keluarga penumpang Adam Air untuk memberikan laporan mengenai hasil pencarianyang dilakukan selama ini.
Pertemuan dengan sejumlah keluarga korban ini akan digelar Senin siang (29/1) dihadiri Menteri Perhubungan, Hatta Radjasa sekaligus untuk menerima laporan dari Koordinator SAR di Posko induk SAR Lanud Hasanuddin.
Eddy mengatakan, meski pihaknya berencana melakukan tabur bunga di laut, namun bukan berarti bahwa tim SAR melepaskan tangung jawab untuk menemukan badan pesawat dan mengevakuasi jenazah.
Evakuasi dan pengangkatan bodi pesawat termasuk kotak hitam (black box) masih tetap dilakukan meski dia sendiri belum yakin pihaknya bisa menemukan jenazah para penumpang dan awak Adam Air yang berjumlah 102 orang ini.
Proses pencarian jenazah ini, katanya, masih tetap dilakukan oleh aparat dari Lantamal VI/Makassar dan marinir dengan berpatroli di sekitar wilayah perairan Majene, lokasi jatuhnya pesawat Adam Air. (*/rsd)