"Penggunaan teknologi di bidang peternakan masih minim, sehingga para peternak umunya hanya menjual produk mentah tanpa diolah terlebih dahulu," kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Benny Mukhtar, di Padang, Senin.
Dia mengatakan hal tersebut, ketika dimintai komentarnya tentang penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi olahan, sehingga produk yang dihasilkan bernilai jual tinggi.
Menurut dia, pendapatan peternak jauh lebih meningkat jika telah diolah sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi produk olahan, sehingga petani dapat memperoleh pendapatan yang maksimal.
Hasil ternak dapat ditingkatkan dengan diolah sedemikian rupa sehingga banyak produk-produk yang dapat dihasilkan dan bernilai jual tinggi, karena telah dirubah menggunakan teknologi khusus.
Peternak bisa mendapatkan nilai tambah jika hasil produknya telah diolah sebelum dipasarkan, dan hal itu memang membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
"Selama ini, nilai tambah belum banyak dinikmati peternak dan hanya oleh pedagang pengumpul bahkan rentenir," katanya.
Jika telah dilakukan pengolahan lebih lanjut, maka akan dapat meningkatkan daya saing sehingga dihasilkan produk lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi ketika dilempar ke pasaran.
Menurut dia, selain meningkatkan pengolahan hasil ternak, penanganan pasca panen di bidang peternakan sangat penting dilakukan agar dapat meningkatkan produksi daging.
Nilai tambah daging yang dihasilkan akan meningkat, jika telah diolah menjadi dua kalilipat dibandingkan dengan penjualan daging segar.
Terkait hal itu telah dirancang pemberian bimbingan teknis kepada peternak tentang cara mengolah hasil peternakannya terutama untuk komoditi daging dan susu.
"Sejumlah pelatihan tersebut dilakukan secara berkala sehingga hasil yang diperoleh dapat optimal," katanya. (*/rsd)