Ban menyatakan, ia menekankan pentingnya membangun masyarakat yang berdasarkan atas pemerintahan yang baik.
Ada kebutuhan nyata untuk melatih pasukan kepolisian yang profesional yang akan melayani rakyat, katanya.
Militer nasional Kongo disebut-sebut oleh para pejabat PBB sebagai pelanggar hak asasi manusia terburuk di negara tersebut.
Ban mengatakan, "(Kongo) jauh dari memiliki tentara yang disiplin, yang bisa melindungi rakyatnya. Mereka harus dilatih untuk menghormati hak-hak asasi manusia."
"PBB akan terus mendukung (proses pemeliharaan keamanan)," tambahnya. (*/cax)