
"Pihak keluarga korban harus diberitahu dan berhak tahu akan kejelasan dari jalannya rekonstruksi," jelas Hotman Paris Hutapea, saat dihubungi di Kantor 'Hotman Paris & Patner', Gedung Summitmas, Senin (29/1). Ini tentu menjadi bukti semakin tidak transparannya pihak kepolisian.
Dalam rekonstruksi sabtu lalu, terungkap bahwa Ferry Surya Perkasa tidak masuk dan berdiam diri saja di tempat.
Dia sempat clubbing bersama Alda , sebelum almarhum tewas. Dan suntikan terakhir Ferry ke tubuh Alda, yang mengantarkan Alda ke dalam kematian.
"Makanya kami menolak pasal kesehatan yang dikenakan pada Ferry, jelas-jelas dia yang mengantarkan nyawa Alda," kata Hotman dengan nada tinggi.
Obat yang disuntikkan kedalam tubuh Alda berupa 'Implant'. Implant adalah sejenis obat penenang. Apabila dikonsumis dalam dosis tinggi sangat memungkinkan berujung pada kematian.
"Dan obat tersebut dibeli dari sebuah toko di Jl. Pramuka. Maka kami sarankan untuk segera menangkap penjual obat tersebut," pinta Hotman.
Selain itu, pihak keluarga juga meminta kemungkinan dilakukannya rekonstruksi ulang. Kalau tidak, pihak keluarga akan melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya dan Kapolri. (kl/wwn)